Beranda Headline Gedung Retak, Pelayanan DPK Terganggu

Gedung Retak, Pelayanan DPK Terganggu

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA BERANTAKAN: Kondisi ruang koleksi buku berantakan setelah plafon berjatuhan dan beberapa titik tiang beton serta tembok lantai dua juga mengalami keretakan, kemarin.

LOTIM – Gedung lantai dua Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lombok Timur (Lotim), mengalami keretakan sejak Pulau Lombok dilanda gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR). Lantai dua yang menjadi tempat penyimpanan buku, pada tiang betonnya mengalami retak hingga tembok. Kemudian plafon beberapa ruangan, sudah rusak total. Menghindari hal tak diinginkan terjadi, DPK Lotim menutup pelayanan peminjaman buku.
Penutupan itu tidak diketahui sampai kapan. Mengingat kondisi alam yang masih belum bersahabat, karena gempa susulan masih kerap terjadi.
Kepala DPK Lotim, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan, Sahmad mengatakan, setiap harinya jumlah pengunjung yang datang meminjam buku cukup banyak. Namun karena kondisi gedung tidak memungkinkan, sehingga perpustakaan hanya menerima pelayanan pengembalian buku saja. Berbeda dengan pengunjung yang tidak meminjam buku, atau untuk menikmati wifi yang sudah disiapkan, tetap diterima. Bahkan, pengunjung yang memanfaatkan fasilitas internet dibuka 24 jam.
“Kerusakannya lumayan mengkhawatirkan, sehingga pegawai tidak berani menerima pelayanan di atas,” jelasnya.
Apakah gedung perpustakaan lantai dua itu masih layak atau kuat dipakai atau tidak, DPK belum bersurat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk meminta dilakukan pengecekan. Upaya bersurat ke PUPR untuk mendatangkan tim teknis melakukan pemeriksaan, akan dikomunikasikan dengan pimpinan.
“Kalau nanti setelah kita bersurat dan tim teknis turun memeriksa kemudian menyatakan masih layak dan kuat, pelayanan peminjaman buku kita buka lagi. Tapi kalau tidak, ya terpaksa kita pindah semua buku ke ruang serba guna,” tandas Sahmd.
Kabid Pembinaan dan Pengembangan DPK Lotim, Lalu Nadi Abidin Ali menambahkan, keretakan terjadi di beberapa tiang beton, ruang koleksi serta ruang baca. Hal itu membuat dinas tak berani mengambil risiko. Terutama, untuk melakukan pelayanan di ruang koleksi buku. Karena itu, sesegera mungkin assessment kelayakan akan dilakukan pihak dinas. Mengingat, perpustakaan merupakan penyedia layanan publik yang dihajatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga, layanan perpustakaan kedepan tidak terhambat.
“Mohon maaf, sementara waktu kami hanya bisa melayani pengembalian dan perpanjangan buku yang dipinjam. Ini demi menghindari hal tak diinginkan terjadi,” pungkasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here