Beranda Lombok Timur BPBD Distribusi Logistik Melalui Kecamatan

BPBD Distribusi Logistik Melalui Kecamatan

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA TURUNKAN : Para tim penanggulangan bencana, saat menurunkan bantuan logistik dari truk kontainer di posko induk kantor BPBD Lotim, kemarin.

LOTIM – Berbagai jenis kebutuhan pengungsi korban gempa bumi khususnya di Lombok Timur (Lotim), terus berdatangan dari berbagai asal. Bantuan logistik keluar masuk di posko induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim. Agar bantuan merata, distribusi dilakukan BPBD langsung melalui pemerintah kecamatan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lotim, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan, Penanggulangan dan Logistik, Rusnan menjelaskan, logistik yang masuk ke posko induk diklaimnya cukup banyak. Sementara pemenuhan kebutuhan pengungsi, baik yang terkena maupun tidak terdampak terus dipenuhi.
“Insya Allah, stok kita masih cukup,” ujar Rusnan di kantornya, kemarin.
Pengungsi yang terdampak, sudah jelas lokasinya. Namun yang masih dilakukan penyisiran dan pendataan hingga kini, adalah pengungsi di wilayah kecamatan tidak terdampak atau pengungsi mandiri yang hanya sekadar trauma, untuk disalurkan bantuan. Sehingga, tidak ada pengungsi yang terlewatkan.
Memang, data awal sudah dikantongi BPBD. Namun mengingat gempa susulan masih terus terjadi, sehingga secara otomatis yang terkena dampak pun terus bertambah. “Perlakuan pada pengungsi terdampak dan tidak terdampak (mandiri) jelas berbeda. Untuk pengungsi terdampak, kita penuhi kebutuhannya mulai dari tenda, kebutuhan dasar, selimut dan sebagainya. Tapi kecamatan tidak terdampak, diberikan berupa terpal saja,” tandasnya.
Droping logistik dilakukan sampai kecamatan. Nantinya pihak kecamatan membagi ke desa, desa ke kadus dan seterusnya. Kadus menyisir pengungsi bersama RT, agar semua tersentuh. Sehingga bantuan menjadi merata. “Banyak juga secara langsung pihak-pihak terkait, yang drop bantuan ke lokasi pengungsi,” sebut Rusnan.
Masalah kebutuhan air bersih, tidak dinafikan Rusnan sudah menjadi masalah sejak awal. Akan tetapi upaya secara perlahan dilakukan pemerintah, penyambungan pipa dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan PDAM. Langkah lain dilakukan, distribusi air menggunakan mobil tanki air.
“Kita terus upayakan memenuhi kebutuhan air bersih ini bekerjasama semua pihak terkait,” tegasnya.
Mengenai distribusi bantuan ke Sembalun sempat menuai kendala, karena jalur yang longsor. Disamping itu, Sembalun juga dinilai sudah terbiasa dengan bantuan langsung yang datang dari mana-mana. “Memang sempat ada masalah distribusi bantuan yang mengalami kendala karena longsor,” terangnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here