Beranda Headline Suasana Salat Idul Adha di Pengungsian Korban Gempa Lombok Barat

Suasana Salat Idul Adha di Pengungsian Korban Gempa Lombok Barat

BERBAGI
HUMAS LOBAR FOR RADAR MANDALIKA PENUH KEHARUAN: Suasana haru terlihat usai salat Idul Adha di wilayah Lobar yang digelar pemka setempat, kemarin.

Pengungsi Terharu, Bupati dan Sekda Semangati Mereka

Kemarin, seluruh umat muslim di dunia merayakan hari raya Idul Adha. Termasuk para pengungsi korban gempa di Lobar.

WINDY DHARMA-LOBAR

SUASANA salat Idul Adha 1439 H, kemarin, tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Suasananya penuh keharuan. Sebagian warga Lobar tidak menyangka akan melaksanakan salat Idul Adha di posko pengungsian.
Seperti dirasakan warga yang ada di pengungsian Kecamatan Gunung Sari Lobar. Sebanyak 305 kepala keluarga (KK) di posko pengungsian itu, tetap khusyuk melaksanakan ibadah salat ied. Meski dengan kondisi serba sederhana dan ala kadarnya.
Jika biasanya salat ied dilaksanakan di Masjid Al-Islahuddiny, kini pindah tempat. Gempa beruntun yang melanda Pulau Lombok sejak akhir Juli lalu telah meluluh lantakkan pemukiman dan masjid megah kebanggaan warga Gunungsari itu. Hal ini menjadi bahan warga melakukan intropeksi diri dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.
“Salat Idul Adha yang juga menjadi ibadah kurban, nuansanya tahun ini berbeda. Kita lebih dahulu menjadi korban,” ujar Camat Gunung Sari, H Rusni.
Pemkab Lobar melaksanakan salat ied tiga titik. Pusatkan pada lokasi yang terparah terkena dampak gempa dua pekan lalu itu. Di Pos Komando Utama Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Lobar menyelenggarakan salat Idul Adha di Lapangan Sepak Bola Desa Lingsar Kecamatan Lingsar.
Tak berbeda dengan suasana di Gunungsari, keharuan juga menghiasai wajah para pengungsi di Lingsar. Sekda Lobar H Moh Taufiq datang memberikan motivasi kepada para pengungsi. “Bagi kita seorang mukmin, gempa ini terjadi karena kehendak Allah SWT. Sikap kita adalah ikhlas, sabar, dan menerima ujian dari Allah SWT. Jangan pernah kita lupa sebab utama musibah itu karena perbuatan kita sendiri,” ujar Taufiq sambil mengajak warga untuk memperbanyak istigfar dan taubat.
Suasana haru semakin tumpah khatib salat ied, TGH Khuwailid Said mengajak jamaah berdoa. Tidak sedikit dari mereka menitikkan air mata mengamini doa alumnus perguruan tinggi di Maroko itu.
Sementara Bupati Lobar H Fauzan Khalid salat ied bersama pengungsi di Kecamatan Batulayar. Suasananya sama, namun Fauzan tidak ingin warganya diliputi suasana sedih dan takut yang tidak berkesudahan.
Dalam khutbahnya, Bupati yang pernah nyantri di dua pondok pesantren besar itu menguatkan mental warganya. “Apa yang kita alami kali ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan ujian Allah kepada Nabi Ibrahim AS. Pun tidak seberapa bila dibandingkan dengan nikmat yang Allah berikan kepada kita,” ujarnya.
Ia mengajak warganya untuk cepat pulih dengan mengambil hikmah dari bencana ini. “Kita adalah makhluk mulia dan kuat yang diciptakan Allah SWT. Gempa ini adalah kecil kalau kita punya harapan,” ujar Fauzan.
Nuansa hari raya kurban tahun ini memang sangat berbeda. Bencana gempa selama hampir tiga minggu ini telah memupus kegembiraan yang seharusnya mereka rasakan ketika saling berbagi daging kurban. Sampai dengan hari ini, lebih dari 220 ribu warga Lobar menempati ribuan titik pengungsian. (*/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here