Beranda Headline Pemerintah Ogah Ubah Status Bencana Lombok

Pemerintah Ogah Ubah Status Bencana Lombok

BERBAGI
WENDI/RADAR MANDALIKA BANTUAN: Wapres Jusuf Kalla saat menyerahkan bantuan kepada warga yang merupakan dampak gempa bumi di Lobar, Selasa lalu.

MATARAM – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) menyampaikan penanganan bencana berpindah dari masa tanggap darurat ke masa rehabilitasi. Itu menjadi pesan Presiden RI Joko Widodo, kata JK dalam rapat terbatas di kantor Gubernuran NTB, Selasa lalu.

“Ini pesen bapak presiden yang saya sampaikan,” kata JK di Mataram.

Sebelum menggelar rapat di ruang pertemuan gubernuran, JK meninjau korban gempa di Gunung Sari, Lobar.

Terkait polemik penetapan status bencana, pemerintah pusat masih belum mau menetapkan bencana gempa Lombok sebagai bencana nasiona. Menurut JK bahwa bencana nasional dan bencana daerah tidak ada bedanya, jika bencana nasional semua akan diambil alih oleh pemerintah pusat.

“Rakyat Indonesia sama saja, semua harus dibantu, karena itu apa yang bisa dibantu ya dibantu, dibantu dana kemudian dibimbing dan diarahkan, kita tidak bantu rumah tapi kita bantu dengan uang, dengan cara yang berbeda,” terangnya.

JK menegaskan, ia menekankan kepada Menteri Sosial, Menteri PU-PR dan Mendikbud untuk menyelasaikan rumah dalam kurun waktu enam bulan, cara yang harus dilakukan sama seperti di Yogyakrta yang pernah mengalami bencana gempa tahun 2006 lalu. Adapun bantuan yang akan diberikan terdiri dari beberapa ketegori, yakni rumah rusak berat diberi bantuan 50 juta, rusak sedang 25 juta, dan rusak ringan 10 juta.

Selain ketiga menteri tersebut, Wapres juga menekankan langsung kepada Kepala Dagang dan Industri (Kadin) untuk bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha lokal, toko bahan bangunan, untuk nantinya membuat depo-depo bahan bangunan dengan harga grosir, sehingga rakyat dapat membeli bahan-bahan bangunan disitu.

“Tidak ada pembagian semen, paku, dan bahan bangunan lainnya, melainkan rakyat diberi uang,” tambahnya.

JK mengimbau agar mulai hari ini (Selasa,red) pemerintah bicara Lombok bangun kembali supaya menghilangkan efek sedih, karena jika masyarakat sedih tidak ada yang membangun semangat. JK juga memberi motivasi agar rakyat NTB menyudahi kesedihan.
“Ada waktu bersedih ada waktu menangis, artinya adalah jangan terharu terus menerus, sebab kesedihan akan muncul, sekarang waktunya untuk maju” kata JK. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here