Beranda Lombok Barat Pelayanan Pemerintahan Lumpuh Lagi

Pelayanan Pemerintahan Lumpuh Lagi

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA SEPI: Beginilah suasana tenda darurat yang diperuntukan sebagai kantor sementara di Pemkab Lobar, Senin (20/8) lalu.

LOBAR —Pelayanan pemerintahan kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) kembali lumpuh, Senin (20/8). Menyusul gempa berkekuatan 6,9 skala richter yang menguncang Lombok, Minggu (19/8) malam. Hampir sebagian pegawai Pemkab Lobar tidak masuk kantor lantaran trauma akibat gempa. “Dari sepekan kemarin kita harapkan sudah kembali normal. Hari ini (kemarin, Red) kita harapkan lebih normal lagi. Ternyata masih trauma dan banyak yang tidak datang,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar, H Moh Taufiq saat ditemui di Posko Utama Bencana.
Ia memaklumi kondisi para pegawai dan staf Pemkab Lobar masih trauma dengan gempa susulan. Sekda belum mengetahui hingga kapan kondisi pelayanan pemerintahan akan kembali normal. Kemungkinan masa tanggap darurat akan diperpanjang. Sebelumnya Gubernur menetapkan masa tanggap darurat hingga 25 Agustus mendatang.
“Apakah akan diperpanjang, nanti kita evaluasi dengan BNPB dan pihak terkait lainnya. Karena kayaknya muncul lagi gempanya. Kita lihat beberapa hari kedepan,” jelasnya.
Ia pun mengakui dampak trauma dari gempa Minggu malam itu tidak hanya pada beberapa OPD saja. Termasuk pada sekretariatan daerah yang dipimpinnya. Bahkan apel pagi yang biasa digelar setiap Senin ditiadakan lantaran minimnya pegawai yang masuk. “Tadi saya datang agak pagi tadi karena mau melihat kubah (Kantor bupati) katanya runtuh, ternyata tidak runtuh. Cuma aksesorisnya banyak yang jatuh,” sambungnya.
Ia berharap trauma yang dialami para OPD dan pegawai Pemkab Lobar akan gempa segera pulih. Sehingga pelayanan pemerintahan dan aktivitas perkantoran bisa kembali normal. “Hari ini (kemarin, red) kita toleransi, besok mungkin (sudah bisa masuk). Masak kita terus-terusan di rumah, termenung juga bisa mengakibatkan stres,” ujarnya.
Namun Taufiq menekankan untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam bekerja. Sesuai dengan arahan Gubernur NTB, untuk tidak menggunakan bangunan kantor yang kondisinya retak-retak. “Utamakan keselamatan diri, keluarga dan pegawai dalam melaksanakan kerja. Kehati-hatian diperlukan karena kita tidak tahu sampai kapan gempa ini berakhir,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here