Beranda Headline Gempa Susulan Terjadi 1002 Kali

Gempa Susulan Terjadi 1002 Kali

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA RUSAK PARAH: Tampak rumah di KLU yang rata dengan tanah pasca diguncang gempa, beberapa waktu yang lalu.

Korban MD Bertambah jadi 555 Orang

MATARAM – Evakuasi serta pendataan jumlah korban Meninggal Dunia (MD) akibat gempa 5 Agustus lalu, dengan kekuatan 7,0 di Kabupaten Lombok Utara terus bertambah. Tidak hanya itu, gempa yang terjadi Minggu (19/08) malam lalu, dengan kekuatan 6,9 SR juga menambah daftar korban jiwa, di Kabupaten Lombok Timur dan Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Data yang diterima tadi malam total MD berjumlah 555, mengungsi sebanyak 402. 529 jiwa, rumah rusak berat 76.765 fasilitas umum dan tempat ibadah rusak berjumlah 1.229. Dari data tersebut di Kabupaten Lombok Utara MD berjumlah 466, luka luka 829, pengungsi 178.122 jiwa dan rumah rusak sebanyak 23.989. Berikutnya di Lombok Timur MD berjumlah 31, luka luka 122, mengungsi 104.060 dan rumah rusak sebanyak 7.280. Penambahan data itu disebabkan gempa Minggu (19/08) malam lalu kekuatan 6,9 SR. Gempa tersebut juga menghantam Sumbawa Besar dimana data MD 5, luka-luka 2, sementara jumlah mengungsi dalam pendataan dan rumah rusak berjumlah 105. Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) MD 2, luka luka 60, jiwa pengungsi dalam pendataan dan rumah rusak 6.131.

Untuk Lombok Tengah MD 2, luka-luka 3, mengungsi 13.887 dan rumah rusak 4.629. Berikutnya di Lombok Barat MD sebanyak 40, luka luka 399, mengungsi 116.453 dan rumah rusak sebanyak 37.285 dan di Mataram MD 9, luka-luka 63, mengungsi 18.894 dan rumah rusak 20.060.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, situasi terkini masih sering terjadinya gempa susulan sehingga perlu selalu waspada, adanya pengungsi yang mengalami keracunan makanan akibat nasi bungkus serta banyak yang terkena penyakit ISPA, diare dan muntaber akibat kurangnya air bersih. Akibat gempa susulan masih banyak pengungsi yang trauma.

Berdadarkan data BMKG, telah terjadi 1002 kali gempa susulan sejak gempa utama 7,0 SR pada 5 Agustus lalu hingga kemarin pukul 14.00 Wita. Dari 1002 kali gempa susulan tersebut terdapat 45 kali gempa dirasakan dengan magnitude 3 SR sampai 6,9 SR pada kedalaman 10 sampai 25 Km.
Satgas melaksanakan pembersihan puing-puing bangunan di sekitar jalan protokol kecamatan, terutama di wilayah KLU Pemenang, Tanjung, Gangga. Dan di Lobar juga bertempat di Gunung sari di karenakan wilayah tersebut merupakan pintu gerbang akses parawisata. Tidak hanya itu petugas juga merehabilitasi pasar-pasar tradisional untuk menumbuhkan perekonomian. Sekolah-sekolah darurat serbaguna didirikan terumatama sekolah healing trauma bagi anak-anak.

“Kami juga melanjutkan pendataan kerusakan rumah oleh tim asesment untuk tentukan rusak berat atau rusak ringan,” jelasnya.

Berikutnya pihkanya juga masih mendata bantuan logistik yang masuk dan keluar sebagai administrasi yang kemudian pendistribusian logistik lanjutan ke pengungsi ke seluruh kecamatan
yang terkena gempa. Menyalurkan bantuan air bersih dengan menggunakan tangkitangki air dan menyediakan pelayanan kesehatan dan dapur umum di lapangan di seluruh kecamatan.
Sutopo mengaku banyak menumi kendala di lapamgan sdiamana tidak adanya alat berat pemotong baja guna untuk memotong rangka bangunan-bangunan yang sudah roboh, sehingga mempermudah dalam pembersihan puing-puing bangunan. Banyaknya pipa air yang rusak dan patah akibat pegeseran yang di sebabkan oleh gempa-gempa susulan yang masih sering terjadi.
“Jaringan listrik dan komunikasi yang masih belum stabil,” jelas dia. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here