Beranda Lombok Barat Pipa Utama Putus Akibat Gempa

Pipa Utama Putus Akibat Gempa

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA MACET: Air PDAM sempat tidak keluar karena putusnya pipa utama akibat gempa.

LOBAR —Gempa bumi yang menguncang pulau Lombok dua pekan lalu, membuat gangguan pada saluran air milik PDAM Giri Menang. Bahkan pipa utama milik perusahan daerah (Perusda) Lombok Barat (Lobar) itu putus. Hal itu membuat suplai air kepada pelanggan di kawasan Lobar dan Mataram sempat terganggu.
“Yang putus berada di Selat Suranadi. Perbaikannya harus diputus dari sumber (mata air),” kata Direktur umum (Dirut) PDAM Giri Menang, HL Ahmad Zaini, kemarin.
Akibat gempa yang menguncang beberapa pekan itu, diakui membuat sambungan pipa terputus. Sehingga harus dilakukan pengelasan untuk menyambungkannya kembali. Hanya saja, pengelasan tidak dapat dilakukan dalam kondisi air yang mengalir. “Sehingga otomatis pipa ke konsumen kosong. Proses pengisian pipa ini butuh waktu. Itu yang dilakukan, dan sekarang sudah selesai,” ujarnya.
Zaini memastikan gempa tersebut tidak mempengaruhi kondisi mata air. Bahkan perbaikan pipa itu sudah disampaikan kepada para konsumen melalui media sosial. Termasuk kerusakan dan dampak ketika pengerjaan perbaikan pipa tersebut. “Memang parah, namun masih bisa dilakukan perbaikan,” sambungnya.
Diakui, gempa sangat berdampak kepada PDAM. Selain sempat membuat keruhnya mata air dan putusnya pipa, juga membuat trauma para pekerja. Sebab pasca gempa, banyak buruh yang tidak berani bertugas memperbaiki pipa di sumber mata air. “Trauma semua. Karena pada gempa Kamis (9/8) siang sedang naik (bekerja ke sumber air), gempa lagi saat itu. Itu yang bikin lama perbaikan,” ceritanya.
Meski demikian, ia menyakinkan perbaikan telah dilakukan dengan cepat. Termasuk pemberian pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat. Bahkan sebelum melakukan perbaikan, pihaknya sudah menempatkan semua pelengkapan yang dibutuhkan. “Seluruh perlengkapan untuk perbaikan sudah di lokasi supaya tidak menjadi kendala pas perbaikan,” ungkapnya.
Terhadap kerusakan yang terjadi dibantah Zaini, karena ketidakmampuan PDAM. Namun disebabkan atau bencana. Penormalan kembali saluran air terus berlangsung. “Cuma untuk mengembalikan pipa yang kosong itu butuh waktu,” tegasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here