Beranda Headline Pemuda Harus Seperti ‘Lilin’

Pemuda Harus Seperti ‘Lilin’

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA UNTUK PEMUDA: Salah satu narasumber saat memaparkan materinya dalam dialog kebangsaan, kemarin.

PRAYA – Kepala Badan (Kesbagpoldagri) Provinsi NTB, HL Syafi’i meminta agar pemuda di Loteng bisa tetap menyala seperti ‘lilin’ yang rela menyala sampai hancur. Sebab, pemuda memiliki peran penting terlibat dalam dunia perpolitikan.
“Sesuai pesan pak Gubernur NTB, kita tidak hidup di ruang hampa, tapi kita hidup di ruang berada waktu,” kata Safi’i di acara dialog kebangsaan di D’max Hotel, kemarin.

Dalam dialog kebangsaan itu mengusung tema, “Mempertegas Peran Politik Kaum Pemuda” yang diselenggarakan oleh Yayasan Nusra Institute bekerja sama dengan Pemprov setempat. Pada dialog kebangsaan ini, menjadi peserta perwakilan beragam organisasi di Loteng bahkan dari Lobar hadir.
“Begitu banyak pesan pak gubernur untuk kita semua, lebih khusus kaum pemuda,” tuturnya.
Pada momen ini, kata Safi’i, para pemuda diimbau terus mengisi semangat dan harus siap berbut, bekerja untuk kemaslahatan. Seperti pesan gubernur, kita semua berada di dalam perahu bernama NTB, kita mesti punya perasaan, nasib sepenanggungan agar perahu itu bisa berlayar cepat.
“Pemerintah desa juga di desa harus teransparan kepada pemuda. Saya juga akan meminta para Kades mengadakan pertemuan tokoh desa bahkan di dalam harus ada pemuda, menceritakan program yang dijalankan di desa,” tegasnya.
Dia yakin, jika ini tidak dijalankan oleh sebuah Pemdes maka akan timbul kecurigaan yang membuat desa itu kurang kondusif nantinya. Katanya, desa kini jadi pusat perhatian pemerintah karena memang di desa jadi ujung tombak. Jika di desa masih banyak kemiskinan maka harus diselsaikan segera mungkin.

Sementara itu, ketua panitia Muh Hadi Satriawan menyampaikan, pemuda adalah warga Negara Indonesia yang berusia 16-40 tahun. Data BPS jumlah pemuda sebesar 61,8 juta pemuda 24,5 persen dari total penduduk Indonesia.
Bukan rahasia lagi, bahwa tugas pemuda adalah penerus generasi bangsa. jangan kita lupakan, bahwa pemuda mempunyai peran strategis dan vital . Jika kita lihat dari pesrsfektif sejarah pemuda adalah kunci dari persatuan rakyat pada saat penjajahan Belanda. Deklarasi sumpah pemuda 28 Oktober 1928 merupakan titik awal dari pemberontakan bangsa Indonesian terhadap penjajah sebagai sebuah kesatuan, dan setelah itu peran pemuda semakin meningkat.
“Yang puncaknya pada momen peristiwa rengasdengklok pemuda mendesak kaum tua untuk mendeklirkan kemerdekaan Negara Indoseia,” kata Wawan dalam laporannya. (r1/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here