Beranda Praya Metro Usulkan 243 Napi Dapat ‘Kado’ Hari Kemerdekaan

Usulkan 243 Napi Dapat ‘Kado’ Hari Kemerdekaan

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA PERNAH BERMASALAH: Sejumlah Napi di dalam Rutan Praya sedang ngobrol santai dengan rekannya.

PRAYA – Sebanyak 243 narapidana (Napi) di Rutan kelas II B Praya diusulkan mendapat ‘kado’ atau remisi Hari Kemerdekaan RI ke-73. Dari jumlah itu, sembilan Napi akan langsung bebas murni setelah telah mendapatkan persetujuan dari Kanwil Kemenkumham NTB.
Kepala Rutan Kelas II B Rutan Praya, AA Gede Ngurah Putra menerangkan, jumlah Napi yang diusulkan menerima remisi terdiri dari remisi umum (RU) I dengan keringanan hukuman 1-6 bulan dan remisi umum II, yakni mereka yang dinyatakan bebas murni setelah mendapatkan remisi terebut.
“Kami telah mengusulkan dan mengirim nama Napi yang layak memperoleh pengurangan masa tahanan,” ungkapnya, kemarin.
Dia menyatakan, dari jumlah 379 Napi yang diusulkan untuk menerima remisi sekitar 243 orang. Rinciannya terdiri dari remisi pengurangan masa tahanan 15 hari dan 1,5 bulan. Pemberian remisi khusus ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada warga binaan agar selalu berkelakuan baik dalam menjalankan hukumannya. Sehingga jika bebas kelak mereka dapat diterima dalam kehidupan masyarakat.
“Para napi itu mendapat hak remisi karena berkelakukan baik selama menjalani hukuman di Rutan,” tegas dia.
Anak Agung mengaku, napi yang diajukan mendapat remisi sesuai persyaratan yang diamanatkan Petaturan Pemerintah (PP) No 28 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah (PP) No 32 Tahun 1999 tentang tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan, serta Peraturan Pemerintah No 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas PP No 32 Tahun 1999 tentang tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan.
“Sesuai peraturan, bagi narapidana umum yang akan diusulkan harus memenuhi persyaratan, antara lain memiliki putusan pengadilan lengkap dengan petikan putusan seperti form BA8 dan BA17, memiliki kelakuan baik, minimal harus sudah menjalani masa hukuman enam bulan penjara,” jelasnya.
Ia mengaku, pemberian remisi pada hari-hari besar merupakan hal rutin yang dilakukan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here