Beranda Lombok Timur Pemda Dituding Kurang Perhatian

Pemda Dituding Kurang Perhatian

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA H Daeng Paelori

LOTIM – Perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim), terhadap korban gempa bumi dinilai pimpinan dewan setempat, makin berkurang. Perhatian itu, menurut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) H Daeng Paelori, tidak segencar saat musibah banjir lalu. “Akhir-akhir ini saya lihat kehadiran pemerintah sangat kurang, terutama untuk mengobati masyarakat kita yang trauma. Itu bisa menjadi beban,” kritik H Daeng Paelori pada awak media, kemarin.
Bukti kurangnya perhatian pemerintah menurut Paelori, sampai hari ini masih terdengar korban mengalami kekurangan logistik dan kebutuhan lainnya. Sehingga wajar, masyarakat terus mencari pemerintah. Harusnya tidak ada muncul pertanyaan masyarakat, jika pemerintah tanggap terhadap kondisi yang ada saat ini. “Semangat pemerintah tidak sama dengan tahun lalu. Saya tidak tahu apa penyebabnya,” tegas Daeng.
Akibat gempa bumi, semua mata dan telinga terbuka terhadap kondisi saat ini. Bagaimana kedepan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang belum memiliki sarana dan prasarana lengkap harus segera dipenuhi dan dibenahi. Seperti kebutuhan tenda, tendon air, dan sebagainya.
Memang pemerintah memiliki dana tak terduga, namun jumlah dana itu sangat kecil. Kedepan, legislatif dengan pemda bisa bersepakat bahwa daerah ini katagori rawan bencana. Tentu harus disepakati pula dalam bentuk penyiapan fasilitas umum, berkaitan dengan tanggap darurat. “Kita kembali dipertontonkan dengan bencana. Ini sudah cukup, dan harus menjadi masukan kita semua, untuk melakukan pembenahan. Jangan sampai masyarakat diterlantarkan,” tegasnya lagi.
“Yang paling penting, bagaimana keberpihakan kita pemerintah pasca bencana, mengingat masyarakat banyak trauma. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak berbuat sesuatu untuk masyarakat,” tambah Daeng.
Terhadap musibah bencana yang terjadi ini, tergantung pada Bupati terpilih, seperti apa bentuk kontribusi nyata yang akan diberikan terhadap masyarakat. Kendati Presiden sudah memberikan bantuan biaya hingga Rp 50 juta untuk korban yang rumahnya mengalami kerusakan, namun harus dilihat apakah bisa mencukupi atau tidak. Belum lagi harus memperhatikan infrastruktur lainnya seperti kerusakan jalan, sekolah dan lainnya. “Nanti akan kita lihat, seperti apa komitmen Bupati terpiliha. Namun yang jelas, kami dari dewan lewat APBD Perubahan nanti, akan kita upayakan membenahi sarana dan prasarana BPBD,” janjinya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here