Beranda Lombok Barat Melihat Aksi Relawan ITDC Berikan Trauma Healing

Melihat Aksi Relawan ITDC Berikan Trauma Healing

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA INTERAKSI: Keceriaan saat trauma healing yang diberikan para relawan dari ITDC kepada anak pengunsi di Desa Jeringo, Kecamatan Gunungsari Lobar, kemarin.

Pengalaman Baru, Bantu Ceriakan Anak Pengungsi

Pemberian bantuan trauma healing menjadi pengalaman baru bagi para relawan dari ITDC. Bagaimana keseruannya? Berikut liputannya.
WINDY DHARMA-LOBAR

DAMIANTI, Intan dan beberapa temannya tidak menyangka akan memberikan trauma healing kepada anak pengungsi gempa bumi Lombok. Ini menjadi pengalaman baru bagi para karyawan ITDC yang menjadi relawan itu.
Walaupun baru pertama kali, para relawan cantik dan gagah ini justru terlihat berpengalaman. Terbukti dengan raut wajah anak para pengungsi di Desa Jeringo, Kecamatan Gunungsari yang begitu ceria.
Wajah takut saat gempa bumi 7,0 skala richter (SR) Minggu malam lalu seketika lenyap. Riang ketawa dan suka ria mewarnai suasana trauma healing yang diberikan para karyawan ITDC itu.
Berbagai permainan, hingga nyanyian dilakukan saat trauma healing. Lagu-lagunya mengajarkan siaga atas gempa juga dipelajari anak-anak kecil itu. Tentunya dengan cara yang unik dan mudah dimengerti. Disediakan pula berbagai hadiah untuk menambah semangat bocah-bocah itu. “Supaya anak-anak tidak berlarut-larut dengan bencana, kita isi dengan kegiatan yang bermanfaat,” kata Ketua Umum Panitia Tangap Bencana ITDC, Damianti, kemarin.
Wanita yang akrap disapa Danti ini tidak menyangka akan adanya bencana menimpa Lombok. Walaupun pengalaman pertama, ia bersama teman-temannya tetap ingin semaksimal memberikan trauma healing. Bersama panitia yang lain, ia mencari referensi bagaimana cara menghilangkan bayangan bencana dari benak para anak pengungsi itu.
“Kita mencoba mencari-cari juga bagaimana agar anak-anak tidak terlarut dalam bencana. Dengan lagu-lagu, mewarnai, dan games,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan ini mungkin tidak hanya dilakukan sekali dan di satu lokasi. Kegiatan serupa kemungkinan akan menyasar beberapa titik pengungsian lainnya untuk memberikan trauma healing kepada anak para pengungsi. “Mungkin kita akan bertahap melakukan ini,” tekadnya.
Rasa haru tidak dapat disembunyikan dari wanita berparas cantik ini. Pengalaman pertama ini tidak akan dilupakannya. Ia terharu melihat semangat anak para pengungsi untuk bangkit kembali. “Terharu. Kepala PAUD-nya juga mendukung sekali, begitu juga kepala desa. Sejak pertama kali kita datang ke sini, kepala desa langsung memberikan data terkait pengungsi,” ujarnya senang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here