Beranda Mataram Kesibukan Posko Penanggulangan Bencana Gempa Kota Mataram

Kesibukan Posko Penanggulangan Bencana Gempa Kota Mataram

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA POSKO UTAMA: Kesibukan di posko penanggulangan bencana gempa Lombok di Kantor Wali Kota Mataram. Posko ini tetap menerima sumbangan bantuan dan update data kerusakan.

Kerja Cepat dan Tepat, Pemkot Buat Struktur Kebencanaan

Kota Mataram baru pertama kali dilanda bencana skala besar seperti gempa yang terjadi Kamis (9/8) lalu. Meski pengalaman pertama, penanganan dampak bencana tak boleh lambat.

RIRIN FITRIANA-MATARAM

KESIBUKAN berbeda tampak di halaman Kantor Wali Kota Mataram sejak gempa mengguncang Kamis (9/8) lalu. Posko penanggulangan bencana gempa Lombok telah dibuat di halaman, untuk mengkoordinasikan semua data pengungsi, bantuan logistik yang masuk hingga data kerusakan akibat gempa.
Berdasarkan data yang terhimpun di posko hingga 14 Agustus, korban jiwa akibat gempa tercatat 11 orang. Luka-luka 47 orang, dan pengungsi 76.211 orang. Kemudian rumah rusak berat 541 unit, rusak sedang 1.554 unit, dan rusak ringan 2.414 unit. Serta titik kumpul sebanyak 599.
Posko tetap siaga 24 jam, beserta para personel yang dibuatkan tugas piket untuk berjaga. Dilengkapi peralatan computer untuk selalu mengupdate segala data yang dibutuhkan terkait dampak kerusakan akibat gempa.
Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana mengakui, pemkot tidak punya pengalaman menangani bencana seperti ini. “Ini adalah sesuatu yang mengagetkan. Dan kita harus berimprovisasi di lapangan,” katanya.
Ia bersyukur semua bisa tertangani dengan baik. Dengan catatan, butuh kerja cepat dan terukur. Untuk itu, kemarin diputuskan dibuat struktur kebencanaan agar pola komando lebih terarah dan terukur. Sebab, ada beberapa hal butuh perhatian khusus.
Rapat koordinasi (Rakor) juga tetap dilakukan jajaran Pemkot Mataram. Seperti kemarin, Rakor juga dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Meski semua kegiatan tetap dilakukan di halaman kantor wali kota dengan kondisi seadanya. Bagian tengah halaman dipakai untuk pertemuan, di sisi barat dan timur digunakan sebagai kantor sementara sejumlah OPD yang ada di Sekretariat Daerah (Setda) Kota Mataram.
Ada pula kesibukan anggota Satpol PP yang menurunkan logistic yang kemudian ditumpuk di sisi barat halaman kantor wali kota. Logistik itu berupa air minum kemasan dan mi instan yang menunggu giliran untuk didistribusikan ke warga terdampak gempa.
Berdiri pula tenda berwarna putih yang menjadi ruang kerja sementara bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram. Bisa jadi kantor sementara ini segera pindah ke dalam, karena hasil asesmen terhadap kondisi bangunan kantor wali kota menyatakan, lantai satu dan dua masih aman digunakan. Kecuali lantai tiga karena bolong di bagian plafonnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here