Beranda Headline Hitungan BKP Belum Keluar

Hitungan BKP Belum Keluar

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA Feby Rudy

Kasus Dugaan Korupsi Bibit Tahun 2017

PRAYA — Kasus dugaan korupsi pengadaan bibit kedelai di Dinas Pertanian Lombok Tengah (Loteng) tahun 2017 terus dikebut. Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng saat ini, tinggal menunggu hasil penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan NTB.
“Kita upayakanlah tahun ini bisa tuntas dan penetapan tersangka,” terang Plh Kasi Pidsus Kejari Loteng, Feby Rudy, kemarin.
Feby menegaskan, saat ini BPK sedang turun melakukan audit. Namun pihaknya juga tidak tinggal diam, jaksa kembali melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi, seperti kelompok tani maupun pejabat dinas . Hal itu untuk menemukan adanya indikasi pada pengandaan benih kedelai yang anggaran Rp 12 miliar untuk lima kecamatan tersebut.
“Jelas kami berani melanjutkan karena ada indikasi. Tapi untuk lebih lengkapnya nanti setelah hasil audit dari BPK keluar,” tegasnya.
Sebenarnya, sejak lama jaksa menemukan adanya indikasi penyimpangan dalam proyek pengadaan bibit kedelai itu. Hanya saja pihaknya masih menunggu hasil hitungan BPK.
Soal kapan hasil hitungan kerugian keluar, dia mengatakan itu tergantung dari pihak BPK RI. Pihaknya hanya meminta untuk proses selanjutnya ada di tangan BPK.
“Tapi kita berharap proses PKN bisa cepat selesai,” harapnya.
Sampai saat ini, pasca naiknya status menjadi penyidikan terhadap kasus kedelai tersebut, jaksa sudah memeriksa sekitar 75 saksi. Disinggung soal tersangka, Feby menegaskan, sampai saat ini belum ada gambaran. Pihaknya masih fokus mengumpulkan bukti serta keterangan pendukung. Lagi pula, nilai kerugian negara juga belum diperoleh, sehingga untuk tersangka, nanti akan ditetapkan setelah seluruh alat bukti serta keterangan pendukung dinyatakan lengkap.
“Kalau proses penyidikan berjalan lancar maka tahun ini sudah ada tersangka,” targetnya.
Feby menegaskan, dalam proses kasus korupsi memang tidak boleh tergesa gesa dalam penanganannya. Pihaknya harus lebih teliti, baik dari bukti maupun keterangan saksi. “Ini sebabnya lama penanganan kasus korupsi,” ujarnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here