Beranda Lombok Barat Dirikan Dapur Darurat di Jeringo

Dirikan Dapur Darurat di Jeringo

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA DAPUR: Suasana dapur darurat yang didirikan ITDC di Desa Jeringo, Kecamatan Gunungsari, kemarin.

LOBAR —Bantuan terus berdatangan bagi korban gempa 7,0 skala richter (SR) yang menguncang Lombok. Termasuk dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ini menurunkan bantuan bagi korban gempa di Desa Jeringo, Kecamatan Gunungsari. Bantuan yang dibawa mulai dari dapur umum, makanan, air bersih, WC darurat, tenda, selimut hingga bantuan trauma healing bagi korban gempa.
Deputi Proyek Director ITDC, Adi Sujono mengatakan, pihaknya sudah mulai turun membantu sehari setelah gempa 7,0 SR. Itu sesuai arahan Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan. Pihaknya langsung turun menuju posko penyaluran bantuan BUMN yang berada di Tanjung, KLU. “Kalau di Desa Jeringo. sudah dari beberapa hari lalu. Sesuai hasil rapat dengan Sekda, instruksi Gubernur NTB kita di tempatkan di sini,” ungkapnya saat ditemui, kemarin.
Terkait dengan dapur darurat, pihaknya melibatkan relawan dan warga setempat untuk memasak. Dari ITDC hanya menyediakan bahan untuk dimasak. Dapur darurat ini didukung kepala desa setempat dengan meminta warganya turut bergotong royong. “Dapur darurat menyiapkan kebutuhan warga untuk setiap hari. Kita siapkan bahan mentahnya untuk dimasak,” sambungnya.
Selain memberikan bantuan logistik, ITDC juga mendirikan beberapa fasilitas umum seperti musala, toilet umum, hingga instalasi air bersih. Adapula bantuan dari sejumlah investor yang berada di kawasan KEK Mandalika, yang disebut stakeholders The Mandalika. Seperti PT Alam Hijau Mandalika, PT PP Property, IARCO, Tastura, Segara Anak, Red Cherrys hingga wisatawan yang ada di The Mandalika. “Semoga bencana ini segera berakhir. Sehingga masyarakat kembali bersemangat menata kehidupan kedepan,” harapnya.
Sementara Kepala Desa Jeringo, Sahril bersyukur dengan adanya bantuan dapur darurat yang didirikan ITDC. Dengan adanya bantuan tersebut, pihaknya bisa memenuhi kebutuhan makan para pengungsi di desanya.
Dalam sehari, pihaknya bisa membuat sekitar 4.500 bungkus nasi untuk makan dua kali dalam sehari. “Ini untuk 2600 jiwa, dua kali masak sehari,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here