Beranda Mataram Data Kerusakan Harus Akurat

Data Kerusakan Harus Akurat

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA DATA: Data sementara dampak gempa di Kota Mataram yang terupdate per tanggal 14 Agustus, kemarin.

MATARAM -Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta Pemkot Mataram, segera menuntaskan pendataan bangunan yang rusak akibat gempa. Data tersebut harus akurat karena berkaitan dengan dana untuk rehabilitasi rekonstruksi. “Data ini sangat penting, dan harus akurat. By name, by addres, by foto, dan dilengkapi titik koordinat,” jelas Teti Saragih, Direktur Penilaian Kerusakan BNPB usai rapat koordinasi dengan jajaran Pemkot Mataram, kemarin.
Selain perumahan, semua sektor terdampak juga akan didata. Apakah itu fasilitas sosial, fasilitas umum, termasuk sektor ekonomi. Seperti pasar, UKM dan toko yang kesemuanya sedang proses pendataan. “Sekarang baru bangunan sekolah, dan kantor yang sudah terdata. Lainnya belum, termasuk tempat ibadah masih proses,” katanya.
Ia punya alasan kenapa meminta data akurat, lengkap dengan titik koordinat. Agar dalam proses perencanaan jelas, dan bisa dilihat tingkat kerusakannya seperti apa. BNPB hanya bertugas mendampingi rencana rehabilitasi rekonstruksi, serta membantu mengkoordinasikan pembangunan kembali bangunan yang rusak. “Syukur-syukur Kota Mataram mampu membangun sendiri. Kalau pemda tidak mampu, bisa minta bantuan ke pusat,” ujarnya.
Sementara Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana juga meminta masalah pendataan harus rapi. Ia menginstruksikan bagian sekretariatan di posko bencana menghimpun data secara akurat, dan rapi. Data itu menyangkut jumlah pengungsi hingga logistik. “Termasuk wilayah titik kumpul warga, titik pengungsi berapa jumlahnya. Semua harus terus dilakukan perekamanan agar terlihat fluktuasinya. Apa bertambah atau berkurang,” katanya.
Update data juga diperlukan guna melihat perkembangan sesuai kondisi di pengungsian. Kepada para lurah dan camat juga diperintahkan terus mengontrol aktivitas warganya di wilayah masing-masing.
Mengenai bantuan logistik yang terus masuk di posko, Mohan juga meminta didata dengan rapi. Karena tidak semua dukungan logistik yang masuk diberikan bagi pengungsi di Kota Mataram, melainkan diarahkan juga ke lokasi terdampak lainnya seperti Lombok Utara.
Instruksi lainnya, ia meminta pelan-pelan dilakukan pembersihan. Utamanya dibeberapa wilayah di Mataram yang reruntuhan akibat gempa berada di pinggir, agar segera dibersihkan. “Karena ini mempengaruhi suasana psikologis masyarakat,” pungkasnya.
Berdasarkan data yang terhimpun di posko hingga 14 Agustus, korban jiwa akibat gempa tercatat 11 orang. Luka-luka 47 orang, dan pengungsi 76.211 orang. Kemudian rumah rusak berat 541 unit, rusak sedang 1.554 unit, dan rusak ringan 2.414 unit. Serta titik kumpul sebanyak 599. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here