Beranda Praya Metro Terkini di Pasar Renteng Praya Pasca Kebakaran Dahsyat

Terkini di Pasar Renteng Praya Pasca Kebakaran Dahsyat

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA SEDIH: Salah seorang pedagang saat memilah barang dagangannya dari puing-puing bangunan yang terbakar, kemarin.

Harus Ulang dari Nol, Buka Lapak di Sekitar Terminal

Para pedagang di Pasar Renteng, Kecamatan Praya harus menerima nasib pahit ini. Barang jualan mereka ludes terbakar pada Minggu malam lalu, dengan sekejap. Sekarang, para pedagang harus ulang dari nol berjualan. Dan sementara ini, para pedagang terpaksa buka lapak di sekitar terminal. Seperti apa?
JAYADI-PRAYA

NYARIS sebagian besar di bangunan Pasar Renteng Praya kini lenyap. Bangunan berupa kios, lapak dan lainnya kini hanya berubah jadi abu. Barang dagangan yang disimpan di pasar sekarang tak berupa. Sebab, dengan cepat api menghabiskan itu semua.
Kamis siang kemarin, sejumlah wartawan dan pihak kepolisian berkunjung ke lokasi. Namun, wartawan Radar Mandalika menyempatkan diri menengok pedagang yang kini pindah tempat di sekitar terminal. Satu persatu, lapak mulai berdiri dengan bambu bahkan kayu seadanya. Layaknya sebuah tempat pengungsian.
Sampai saat ini, lapak yang didirikan sementara itu belum difungsikan. Sejumlah pedagang tengah disibukan dengan pembangunan lapak. Barang dagangan mereka belum terlihat ada yang diangkut ke lokasi sementara berjualan, hanya lapak yang belum beratap berdiri tegak.
“Kita mau tempati ini sementara,” kata Redi salah satu anak dari pedagang di Pasar Renteng.
Kepastian kapan mulai berjualan di lokasi baru ini, Redi tidak bisa memastikan. Sebab, menunggu pedagang lainnya selsai membangun lapak. “Kalau sendiri yang mulai kan tidak pas,” ujarnya.
Kepada Radar Mandalika, Redi mengaku orang tuanya mengalami kerugian besar dari peristiwa kebakaran tersebut. Pastinya ia tidak tahu.
“Pastinya di atas 10 juta,” bebernya.
Dari musibah ini, Redi mengaku orang tuanya tidak pernah firasat apapun. Namun, ia memastikan ini semua musibah yang datang atas kehendak sang kuasa.
“Iya pastinya ada faktor kelalaian manusia juga,” ujarnya.

Di samping itu, data diterima wartawan ada 53 unit kios, 43 unit los pasar, dan lapak pendagang sekitar 546 lokal yang hangus terbakar.
Selain itu, pasca kebakaran membuat nasib 1.000 pedagang kini hilang mata pencahariannya. Utang mereka di bank, bahkan koperasi tidak tahu harus diselsaikan dengan cara apa.
Pedagang H Tarpi warga Desa Montong Terep, Kecamatan Praya menceritakan, saat kebakaran terjadi, dia tengah berada di rumahnya. Ia sempat kaget saat mendapatkan informasi dari rekannya bahwa pasar terbakar. Tak menunggu lama, Tarpi langsung bertolak ke pasar untuk melihat kondisi kiosnya. Siapa sangka kiosnya pun ikut terbakar, begitupun dengan barang dagangannya berupa pakain.
Ia mengaku, hanya bisa pasrah melihat kejadian tersebut. Namun pasca terjadinya kebakaran ia tengah membersihkan puing dan mencari barang dagangan yang tersisa dengan harapan bisa diselamatkan. Namun tidak ada satupun barang yang masih ada.
“Tidak tahu kapan mau jualan lagi. Ini masih fokus memindahkan sisa barang ke rumah,” ujarnya. (*/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here