Beranda Headline Selly: Itu Wajar Hukum Ekonomi

Selly: Itu Wajar Hukum Ekonomi

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA MEMANTAU: Pihak Disperindag Kota Mataram, Provinsi NTB dan Satgas Pangan Polda NTB saat memantau beberapa distributor Bapok di Mataram, kemarin.

MATARAM – Keterbatasan stok dan kenaikan harga bahan pokok dan juga terpal yang dianggap dimanikan oleh pedagang ‘nakal’ dianggap wajar oleh Dinas Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB. Dimana, tidak ada bencana tidak akan mungkin ada yang mecari terpal. Dalam hal ini, pasti pengusaha tidak menyediakan setok terpal banyak. Apalagi, kondisi Lombok berbeda dengan Jawa. Diman di Jawa stock pasti berlimpah. Sementara NTB masuk bagian Indonesia timur sehingga wajar stock minim.
“Kalau sekarang ada kebutuhan meningkat, itu hukum ekonomi berlaku,” tegas Kadis Perdagangan Provinsi NTB, Putu Selly Andayani, kemarin.
Selly meminta jangan saling menyalahkan, sebab terpal salah satu jenis permintaan tinggi apalagi dengan kondisi bencana. Untuk relawan luar NTB kenapa tidak membawa langsung dari laur daerah tentu hal ini menyebakan stok Lombok terkuras menyebakan masih saja ada yang kekurangan. Apalagi masyarakat masih ada yang mengungsi trauma dengan bencana gempa.
“Semua harus berpikir jernih. Jangan saling menyalahkan satu sama lain,” katanya.
Selly mengaku, semakin banyak kebutuhan harga semakin naik. Hal itu hukum ekonomi. “Iyaa. Kan banyak toko yang tutup,” tambahnya.

Selly menjelaskan, pemantauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok termasuk terpal pasca bencana alam gempa bumi Lombok. Pemantauan yang dipimpin oleh Plt. Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Suparno beserta staf, Satgas Pangan Polda NTB dan Kasi Pengawasan Bapokting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Anugerahdi Kuswara langsung memantau distributor UD. Sukses Karya Mandiri (SKM) yang ada di Jl. Gora No. 26 Kel. Selagalas, Sandubaya Kota Mataram, diterima oleh pemilik atas nama, Antono yang menerangkan bahwa pasca gempa untuk stok komoditas minyak goreng, tepung terigu dan gula pasir dalam posisi aman dan harga stabil.
Sedangkan untuk air minum kemasan, Mie Instan dan terpal yang langka di pasaran. Pihaknya sudah sejak awal menginstruksikan agar pasokan ke pasar tradisional dan ritel modern jangan sampai terputus, namun pasca gempa banyak pedagang dan toko yang belum berani buka ditambah lagi dengan issue maling/begal membuat para pedagang tidak berani berjualan di pasar tradisional.

“Mulai kemarin situasi pasar sudah berangsur-angsur normal,” klaim Selly.
Tidak hanya itu pemantauan dilanjutkan di PT. Distribusi Air Narmada, Jl. Sandubaya No. 88 Bertais Sandubaya Kota Mataram, diterima oleh Direktur, Dona Butar-Butar yang menerangkan bahwa stok air minum Narmada saat ini kosong, baik kemasan gelas, botol maupun gallon. Produksi masih dihentikan karena mata air bawah tanah yang digunakan masih keruh dan karyawan yang sebagian besar berasal dari Desa Selat, Narmada Lombok Barat juga banyak yang menjadi korban gempa.
Saat ini, second branded Narmada yaitu air minum kemasan Rafa yang biasanya dipasarkan di wilayah Pulau Sumbawa juga dikeluarkan, khusus untuk keperluan membantu korban gempa. Belum bisa dipastikan kapan produksi akan normal kembali karena sangat tergantung dari perkembangan situasi pasca gempa, di mana gempa-gempa susulan masih sering terjadi.

“Untuk harga dari pihak perusahaan tidak ada menaikkan harga masih normal seperti sebelum gempa,” bantahnya.
Berikutnya dilanjutkan pemantauan ke CV Utama Simpang Plastindo, Jl. Mandalika Blok AA 17-20 Bertais Sandubaya Kota Mataram, diterima, Alung sebagai Admin dan Erlin selaku Supervisor, yang menerangkan bahwa sejak hari rabu (08/08) kemarin stok terpal telah habis dan sudah dipesan kembali sekitar 100 koli, namun diperkirakan baru akan datang lagi sekitar 3 atau 4 hari kedepan. Terkait harga, pihaknya mengaku memang ada kenaikan sekitar Rp. 100,- (seratus rupiah) per meter pasca gempa. Besaran harga tergantung kwalitas dan ukuran terpal, misalnya terpal ukuran 2×3 biasa harga Rp. 22.500, ukuran yang sama Jenis A1 Rp. 27.000, A3 Rp. 36.000, A5 Rp. 45.000 dan jenis A10 Rp. 64.500. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here