Beranda Headline Pedagang di Renteng Makin Kejepit

Pedagang di Renteng Makin Kejepit

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA PROTES: Sejumlah pedagang Pasar Renteng saat aksi protes di halaman kantor bupati, kemarin.

PRAYA — Pedagang di Pasar Renteng, Kecamatan Praya mendapatkan musibah begitu besar. Belum lagi, para pedagang merasa terjepit ketika pemerintah provinsi yang memberikan batasan kepada mereka yang hendak membangun lapak di sekitar terminal. Pedagang hanya diberikan waktu dua Minggu untuk berjualan di sana.
Dari masalah yang dihadapi ini, para pedagang pun melakukan aksi protes ke Pemkab Loteng dan DPRD. Mereka menyampaikan masalah yang dihadapi agar segera dicarikan jalan keluar oleh pemerintah.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Renteng Praya, H Wardan mengaku, mengadukan nasib mereka terkait belum adanya tempat untuk mereka berjualan sementara ini. Kalaupun ada hanya sekitar terminal, tapi malah mereka hanya diberikan waktu berjualan oleh Pemprov.
“Kalau dua minggu buat apa. Saya minta pemerintah untuk segera mencarikan kami lokasi,” tegasnya, kemarin.
Wardan mengaku, jika belum ada lokasi yang layak untuk mereka, pihaknya tetap ngotot tidak akan pindah dari lokasi yang terbakar. Pihaknya akan kembali membersihkan puing-puing kemudian menempatinya lagi.
“Ya harus bagiaman lagi pak. Saya juga harus mencari uang untuk kebutuhanya sehari-hari dan biaya anak sekolah,” ungkapnya.
Selain itu, pedagang meminta wakil rakyat memperjuangan nasib mereka agar mencarikan lokasi. Dan lebih baik lagi pedagang yang mengalami kerugian, pemerintah untuk menyalurkan bantuan untuk mereka sekadarnya sebagai modal mereka jualan sementara.
“Saya bingung lokasi untuk jualan masih belum ada. Sedangkan kami harus membayar hutang dari perbankan,” ceritanya.
Pedagang lainnya, H Irpan mengaku sudah berjualan di Pasar Renteng puluhan tahun lamanya. Namun dengan kebakaran yang melanda itu, pihaknya mengelami kerugian sangat besar, semua barang daganganya baju ludes terbakar. “Kalau saya saja bisa dihitung kerugian mencapai ratusan juta,” ungkap dia.
Dia menegaskan, sebenarnya dirinya tidak mengetahui apa alasan pedagang lain ke kantor Bupati maupun DPRD. Karena dia baru saja datang dan diperintahkan langsung ke kantor Bupati oleh Ketua Pedagang.
“Memang saya sempat dapatkan informasi mengenai tidak dibolehkan lagi jualan di terminal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Loteng, H Achmad Puaddi FT yang menerima pedagang menegaskan, pihaknya berjanji akan melakukan koordinasi dengan Pemkab secepatnya. “Saya minta untuk pedagang sementara waktu tetap jualan di sana. Jika ada yang melarang saya bertanggung jawab,” kata Puaddi.
Namun terkait permintaan bantuan seperti mengganti rugi barang pedagang yang ludes terbakar, pihaknya belum bisa menjanjikan. Karena untuk persoalan tersebut tentu akan sangat membutuhkan anggaran yang besar.
“Tapi kami akan upayakan untuk sekadar bantuan kepada pedagang,” jelasnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here