Beranda Headline Lobar Ikut Berduka

Lobar Ikut Berduka

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA RUSAK: Kondisi rumah warga di Lobar yang rusak akiba guncangan gempa 7,0 SR, Minggu (5/8) lalu.

LOBAR —Gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter yang mengguncang Pulau Lombok, Ahad (5/8) telah meluluh lantakkan paling sedikit empat kecamatan di wilayah Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Selain menimbulkan memberi trauma bagi ratusan ribu jiwa, data Pemkab Lobar mencatat jika gempa tersebut telah meluluh lantakkan sedikitnya 48.594 rumah, 221 fasilitas peribadatan, 24 fasilitas kesehatan, 87 fasilitas pendidikan, 4 jembatan, 60 tanggul, dan 129 toko dan kios. Kerugian secara materil untuk sementara diperkirakan mencapai Rp 222 miliar lebih.

Namun yang terberat adalah kerugian inmateril. Bila sebelumnya Posko Utama Tanggap Bencana Gempa Bumi Kabupaten Lombok Barat merilis angka 26 orang meninggal, per jam 13.00 Wita kemarin (9/8) korban jiwa bertambah satu orang menjadi 27 orang. Ini berdasarkan rekapitulasi seluruh kecamatan. Namun media center posko utama kesulitan mendapatkan nama tambahan yang terakhir. “Yang mencengangkan adalah masyarakat yang terdampak akibat gempa ini. Paling sedikit 134.683 jiwa mengalami kerugian dan trauma, sehingga harus tinggal di pengungsian atau tidak berani tidur di dalam ruangan,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lobar, Saepul Ahkam.
Ahkam memperkirakan masa tanggap darurat di Lobar bisa jadi diperpanjang, mengingat belum pulihnya kondisi infrastruktur dan trauma di tengah masyarakat. “Terberat itu justru masa rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap ribuan rumah warga, termasuk kondisi fasilitas pemerintahan,” ujar Ahkam seraya menjelaskan jika aspek psikologis warga yang masih ketakutan dan sulit dipulihkan.
Berdasarkan rilisnya, kerusakan rumah dikategorikan menjadi 19.488 rusak berat, 13.731 rusak sedang, dan 15.375 rusak ringan. Anggota DPR RI, Ermalina yang sempat mengunjungi Posko Kecamatan Gunung Sari mempertanyakan klasifikasi kerusakan tersebut. “Kalau rusak ringan dan berat itu pasti jelas dibantu dan jelas jumlahnya. Nah bagaimana dengan kategori rusak sedang?,” ujarnya mempertanyakan.
Ermalina bahkan menyebut besaran bantuan dari Pemerintah Pusat. Kalau rusak berat dibantu sebesar Rp 50 juta dan rusak ringan sebesar Rp. 10 juta. Legislator dari PPP itu mendesak agar Kementerian Sosial segera meminta standarisasi untuk jenis kerusakan sedang. “Jangan sampai mereka tidak terbantu, ” tegasnya.
Lukmanul Hakim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat dikonfirmasi terpisah menyatakan bahwa tiga kategori tersebut tetap berlaku. “Semuanya nanti diverifikasi,” tegasnya sambil menuturkan pengalaman di daerah lain yang menjadi pilot project program rehabilitasi dan rekonstruksi pascs gempa.

Terpisah, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menyatakan, persoalan hancurnya sarana prasarana menjadi penanganan jangka panjang. Khusus untuk fasilitas pemerintahan, seperti kantor, rumah sakit, dan sekolah harus segera diassessment untuk dinilai layak guna dan aman. “Jangan sampai pelayanan terganggu,” ujarnya di Posko Utama.
Ia akan membentuk tim yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar. “Mereka harus segera bekerja dan menjelaskan ke kita hasilnya sebelum hari Senin,” ujar Fauzan yang meminta jajarannya untuk kembali aktif bekerja di hari Senin depan.
Termasuk soal rumah warga, Fauzan meminta Dinas PUPR untuk segera merencanakan pembersihan rumah warga. Kemudian segera membangun fasilitas sanitasi warga. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here