Beranda Headline Gempa 6,2 SR Kembali Guncang Lombok

Gempa 6,2 SR Kembali Guncang Lombok

BERBAGI

Korban Meninggal Dunia Sementara 319 Orang

MATARAM – Gempa berkekuatan 6,2 skala richter (SR) kembali mengguncang Pulau Lombok pukul 01.25 Wita, kemarin. Pusat gempa terletak pada Barat Laut Lombok Utara atau di bawah Gunung Rinjani.
Gempa pada kedalaman 12 kilometer tersebut dirasakan oleh warga di wilayah Pulau Lombok. Di Kota Mataram, warga berhamburan keluar rumah dan menghindari bangunan-bangunan. Bahkan ada seorang wanita tertimpa reruntuhan bangunan di Mataram yang dikabarkan sudah meninggal dunia (MD) sekarang.

Kepala BMKG Stasiun Mataram, Agus Riyanto menyampaikan posisi pusat gempa tersebut berada di Lintang 8.36 LS, Bujur 116.22 BT dengan Kedalaman 12 Km dengan lokasi Sumbawa Region, Indonesia dimana sebagai keterangan 6 km BaratLaut Lombok Utara-NTB, 27 km TimurLaut Mataram-NTB, 33 km TimurLaut Lombok Barat-NTB, 37 km BaratLaut Lombok Tengah-NTB. Ditegaskannya gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Semenatara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB menegaskan gempa tersebut adalah gempa susualan dari gempa sebelumnya. Dalam gempa tersebut belum ada ditemukan korban apalagi sampai ada yang Meninggal Dunia.
“Itu gempa susulan, belum ada korban,” sambung Kepala BPBD NTB, Muh Rum terpisah.
Rum menjelaskan hasil up date korban meninggal pada gempa 7,0 SR atau gempa kedua hingga saat ini yang masuk laporan mencapai 319 orang yang MD. Data itu hasil dari koordinasi BPBD bersama pemerintah KLU kemarin. Namun dari data tersebut yang baru terverifkasi hanya 257 orang. BPBD pun belum bisa menyampaikan rincian selanjutnya dari data yang diperoleh itu.
“Rinciannya Menyusul,” kata Rum.

Sementara itu, Danrem 162/WB menghimbau warga agar menjauhi bangunan tinggi dan pohon besar. Danrem 162/WB Kolonel,Ahmad Rizal Ramdhani selaku Dansatgas Penanggulangan bencana alam gempa, saat diwawancara media menyampaikan gempa dengan kekuatan 6,2 SR berlangsung sekitar 5-10 detik membuat warga dan sekitar Posko panik namun masih kondusif.
Sementara menurut data Ducapil lanjutnya, sudah tercatat dan terverifikasi dengan surat kematian sebanyak 257 orang.
“Untuk saat ini pasukan yang sudah diploting di Kecamatan Bayan dan Kayangan dari Yonzipur 10 dan Yonzikon 13 dengan harapan bisa membangun kembali sarana dan kebutuhan masyarakat agar bisa hidup lebih baik,” harapnya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here