Beranda Praya Metro
BERBAGI
HAFIDZ/RADAR MANDALIKA Sanah Penduduk di Hutan Karang Sidemen Diungsikan

BKU —Sebanyak 30 warga Dusun Gubuk Jati, Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara mendiami tempat penampungan sementara. Hal ini menyusul rencana relokasi warga yang mendiami hutan kemasyarakatan (HKm) tersebut.
“Saat ini hampir 90 persen warga sudah membangun rumah permanen di sana. Mereka tinggal di sana sejak lama, kurang lebih sudah empat periode kepemimpinan kades,” ujar Kades Karang Sidemen, Sanah.
Meski begitu, kampung bentukan Nur Mahmudi Ismail (Menteri Kehutanan dan Perkebunan era Kabinet Gotong Royong Presiden Gus Dur) ini masih menjadi tempat tinggal warga dan enggan untuk pindah.
Namun Sanah tidak menapikan jika hal ini tetap dibiarkan, warga lainnya bakal menaruh kecemburuan sosial. Sebab secara otomatis masyarakat di hutam kemasyarakatan akan merasa diberikan lahan untuk membangun rumah secara gratis.
“Tapi saya berharap warga lainnya tidak sentimen. Karena warga yang semula membangun pondok-pondok kecil dan tinggal bersama keluarga di dalam kawasan hutan lindung. Kasihan juga mereka dan perlu kita berdayakan sementara mereka memiliki rumah tetap,” ajaknya.
Sebelumnya, warga yang tinggal di hutan ini melakukan aktivitas pertanian sehari-hari. Mulai dari menanam pisang, nangka, aren, avokad, jagung, talas, singkong hingga kopi. Hanya saja, berada jauh dari pusat kesehatan bakal berpengaruh pada faktor kesehatan sehingga rawan terkena penyakit.
Dari itu, ia berharap bagi warga yang sudah menetap di lahan pemerintah dan sudah terlanjur membangun rumah, tanah milik pemerintah ini diharapkan bisa dihibahkan. Di samping itu, hutan lindung yang juga HKm di wilayah setempat mestinya dibuatkan peraturan pemerintah. Sebab, bagi mereka yang menggarap dan siapa yang ganti rugi akan ketahuan siapa di belakangnya.
“Sudah relokasi, tapi lahan masih digunakan bercocok tanam. Saya kira ini perlu ketegasan pemerintah untuk intervensi terkait siapa yang berhak mengelola hutan,” ajaknya. (fiz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here