Beranda Headline Warga Robohkan Sisa Bangunan Rumah

Warga Robohkan Sisa Bangunan Rumah

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA ROBOHKAN: Para warga Dusun Limbungan Utara saat merobohkan sisa bangunan rumah warga setempat, kemarin.

LOBAR — Sejumlah warga Dusun Limbungan Utara, Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari memilih merobohkan sisa bangunan rumah mereka. Cara itu dilakukan untuk mencegah kemungkinan tertimpanya warga lain oleh sisa bangunan itu, apalagi masih kerap terjadi gempa susulan.
Hampir seluruh warga setempat bersama-sama merobohkan sisa bangunan rusak yang masih berdiri. Menggunakan alat seadanya, warga setempat bergotong royong membuat sisa bangunan rumah warga rata dengan tanah. “Warga merobohkan bangunan yang rawan roboh, biar tidak membahayakan anak-anak yang main,” ungkap Kepala Dusun Limbungan Utara, Sahrul yang ditemui, kemarin.
Dampak kerusakan akibat gempa did usunnya mencapai sekitar 80 persen. Hampir semua rumah warga rusak dan ambruk nyaris rata dengan tanah. “Warga hanya merobohkan dan membersihkan puing-puingnya karena tidak bisa dibangun lagi,” ujarnya.
Pascagempa, warganya yang sebanyak sekitar 300 kepala keluarga masih mengalami trauma. Bahkan warga tidak berani melakukan aktivitas mencari nafkah, yang sebagian besar berprofesi sebagai kuli bangunan. Warga hanya bisa mengadalkan adanya bantuan yang datang. Namun hingga tiga hari pasca gempa, belum ada bantuan yang datang dari pemerintah daerah setempat.
Bantuan yang datang swadaya dari relawan. “Kita masih mengunggu bantuan dari pemerintah, terutama untuk terpal dan kebutuhan makanan,” katanya.
Ia masih bersyukur karena sudah ada tenaga medis relawan BSMI Surabaya yang menolong warganya yang terluka. Di sana terdapat empat warga yang mengalami luka-luka. Relawan medis BSMI juga sedang melakukan perawatan terhadap seorang warga setempat yang mengalami dugaan patah kaki. Hanya saja perawatan yang dilakukan pihaknya terkendala kurangnya alat medis, sehingga diminta untuk dibawa ke rumah sakit.
“Kalau dengar cerita ibunya (korban) kaki kirinya ini ketimpa sama tembok saat melindungi bayinya. Kita ingin dirujuk ke rumah sakit yang besar untuk memastikan,” jelas salah seorang dokter relawan medis BSMI Surabaya, dr M Agil Afandi.
Diakuinya, relawan BSMI dibagi menjadi tiga wilayah. Antara lain KLU, Lotim dan Lobar. Hanya saja untuk wilayah Lobar pihaknya langsung turun ke tempat-tempat pengungsian. (win/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here