Beranda Headline Warga Protes Belum Dapat Bantuan

Warga Protes Belum Dapat Bantuan

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA PROTES: Warga Dusun Limbungan Barat Desa Taman Sari, saat mendatangi kantor Camat Gunung Sari, kemarin.

LOBAR —Belasan warga Dusun Limbungan Barat, Desa Taman Sari demo ke Kantor Camat Gunung Sari, kemarin. Mereka memprotes belum memperoleh bantuan hingga kini. Padahal dampak kerusakan di wilayah mereka akibat gempa 7,0 skala richter (SR) sangat parah. Warga terpaksa mengungsi, namun tidak memiliki persediaan makanan yang cukup untuk bertahan hingga sepekan ke depan. “Sudah dua hari belum ada yang mendata, apalagi logistik,” ujar salah satu warga setempat, H Sahmad dalam orasinya.
Meskipun sejauh ini warga memiliki persediaan makanan, namun itu hanya bisa bertahan hingga kemarin. Warga menuntut agar pemerintah tingkat kecamatan hingga kabupaten segera mendata mereka. Sehingga memperoleh bantuan. “Tolong lihat kondisi kami, rumah kami rusak berat,” tegasnya.
Kedatangan warga diterima pihak kecamatan dan sejumlah kepala SKPD yang datang saat itu. Seperti Dinas Sosial, Disperindag, BPKAD dan Disperkim Lobar. Menangapi tuntutan warga tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lobar, Hj Ni Made Ambarwati mengaku jika pembagian bantuan harus disertai data warga yang terkena dampak. Pihaknya sudah meminta agar pihak kecamatan mengumpulkan data warga yang membutuhkan bantuan. Baik data per desa maupun jumlah kepala keluarga yang menjadi korban. “Baru saya dapat laporan dari camat, kalau sulit tidak bisa dipanggil seluruh kepala desa untuk kumpul rapat,” ujarnya.
Menurutnya, kepala desa harusnya lebih paham terkait hal ini. Dengan menyerahkan data korban yang terdampak untuk memperoleh bantuan. Mengingat Kades yang lebih memahami kondisi warganya. “Harus kepala desa paham, berapa jumlah yang terdampak,” imbuhnya.
Sejauh ini, Disos sedang mengumpulkan bantuan untuk disalurkan kepada para korban di wilayah Lobar. Termasuk menarik kembali dapur darurat yang sebelumnya membantu korban gempa di Lotim. Selanjutnya dialihkan ke wilayah yang terkena dampak terparah di Lobar. “Kalau mau membuka dapur umum harus kita lihat kondisi daerah yang benar dapurnya sudah tidak berfungsi, bukan yang trauma,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Lobar, HL Winengan meminta warga dapat mengerti kondisi sekarang. Sebab dampak gempa bumi 7,0 SR yang terjadi Minggu malam lalu, dampaknya dirasakan oleh seluruh warga Lobar. “Karena kondisinya sekarang semua jadi korban. Jadi kita minta kepada semua masyarakat untuk bersabar,” pintanya.
Ia pun meminta kepada para kades di kawasan Gunung Sari segera berkoordinasi dengan pihaknya terkait apa yang dibutuhkan. Baginya wajar ada warga datang berunjuk rasa, lantaran melihat kondisi anak-anak mereka yang kelaparan.
Untuk sepekan ini, pihaknya lebih fokus memberikan bantuan kemanusiaan daripada perbaikan rumah. Setelah menerima kedatangan warga, camat bersama sejumlah kepala SKPD melakukan rapat terkait kebutuhan para warga yang terkena dampak bencana gempa bumi di kawasan Gunung Sari. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here