Beranda Headline Trauma, Warga Mataram dan Lobar Ngungsi ke Darek

Trauma, Warga Mataram dan Lobar Ngungsi ke Darek

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA MENGUNGSI: Belasan warga Dusun Kongok Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Lobar terlihat sedang bercengkrama di tenda pengungsiannya di Dusun Tanggung Desa Darek, Kecamatan Prabarda, kemarin.

PRABARDA —Sebanyak 90 lebih orang yang berasal Mataram dan Lombok Barat mengungsi ke Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya (Prabarda). Sebagian pengungsi ini datang karena faktor keluarga dan kerabat.
Sumarni, salah satu pengungsi gempa bumi asal Desa Meninting mengaku, dirinya bersama warga lainnya yang terdiri dari 20 Kepala Keluarga (KK) datang ke Darek di rumah iparnya
Senin sore. Hal ini dilakukan karena warga masih trauma atas gempa yang mengguncang desanya Minggu malam lalu. Yang mana, banyak rumah warga di wilayahnya rusak. Apalagi ada informasi akan ada gempa susulan yang disertai tsunami. Dikatakan, sebagian besar warga di dusunnya mengungsi di wilayah luar. Ada yang ke Dasan Agung Mataram, Lingsar, Gunung Sari dan wilayah lainnya. Selain itu, saat mereka datang ke Darek hanya membawa pakaian yang dikenakan dan pakaian ganti. Oleh karena itu, ia juga sangat berharap ada bantuan makanan dan lainnya untuk bekal di pengungsian.
“Kami trauma Mas. Nanti kalau sudah benar-benar dikatakan aman oleh pemerintah baru kami berani pulang,” ungkapnya.
“Sangat dekat dengan pantai tempat kami tinggal. Kita takut nanti ada tsunami,” sambungnya.
Sementara Kades Darek, HL Harun Arsad mengatakan, dari pendataan yang dilakukan, pengungsi sejumlah 90 orang yang ada di 3 titik di 3 dusun, yakni Dusun Tanggung asal Dusun Kongok Desa Meninting sejumlah 58 orang, di Dusun Bale Luah asal Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang sejumlah 14 orang. Selain itu, di Dusun Keselet asal Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela sejumlah 18 orang. Diungkapkan, untuk sementara pengungsi yang di dominasi anak-anak dan remaja ini mendirikan tenda menggunakan terpal bersama warga lainnya. Karena seperti diketahui, sejak terjadinya gempa yang berkekuatan 7,0 skala richter ini, sebagian besar warganya juga mendirikan tenda di halaman rumah.
“Tadi kita sudah berikan sumbangan warga berupa beras, mie instan, air mineral dan pakaian layak pakai
kepada pengungsi,” beber Kades dua periode ini.
“Pengungsi hanya trauma, tidak ada yang terluka. Dan dari Dikes melalui UPT Puskesmas Darek tadi juga sudah memberikan pemeriksaan medis,” sambungnya.
Senada juga diutarakan oleh Kepala UPT Puskesmas Darek, H Munawar kepada Radar Mandalika usai memberikan pemeriksaan medis kepada para pengungsi. Diterangkannya, semua pengungsi ini tidak ada yang terluka. Namun mereka datang ke sini karena trauma atas gempa di tempat asalnya. Sehingga untuk sementara pihaknya hanya memeberikan pemeriksaan medis saja. Kalaupun adayang sakit, hanya sakit ringan dan mereka diberikan obat.
“Yang mereka harapkan sementara ini bantuan makanan saja,” pungkasnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here