Beranda Headline Syok, Satu Pengungsi Sembalun Meninggal

Syok, Satu Pengungsi Sembalun Meninggal

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA PEMAKAMAN: Jenazah Inaq Marinu, yang meninggal diduga mengalami syok berat pasca gempa susulan 7,0 SR, dimakamkan warga desa di TPU desa setempat, kemarin.

LOTIM – Hingga saat ini, masyarakat Kecamatan Sembalun dan Sambelia Lombok Timur (Lotim), masih tinggal di pengungsian. Bahkan saat terjadi gempa susulan berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR), warga juga masih tinggal di pengungsian setelah status tanggap darurat diperpanjang. Akibat gempa Minggu lalu, satu warga Sembalun Lawang Kecamatan Sembalun yang tinggal di pengungsian, meninggal dunia.
Pengungsi yang meninggal itu, diduga mengalami syok berat. Yakni Inaq Marinu, 76 tahun asal Dusun Lebak Daya, Desa Sembalun Lawang Kecamatan Sembalun Lotim. Korban meninggal dunia sekitar pukul 16.30 Wita, Senin (6/8) lalu.
Salah satu keluarga korban, Sugis, menuturkan, ketika terjadi gempa susulan, korban dan keluarga saat berada di dalam rumah untuk melakukan shalat isya. Sembari beristirahat sejenak sebelum ke pengungsian, karena sudah merasa aman kendati masih ada rasa was-was kembali terjadi gempa susulan.
Selang beberapa waktu kemudian, terjadi gempa dahsyat. Semua warga Sembalun bahkan daerah lainnya panik menyelamatkan diri. Korban saat kejadian gempa, tubuhnya tidak bisa bergerak. Oleh pihak keluarga, langsung membawa korban ke pengungsian. Di pengungsian tersebut, korban menghembuskan nafas terakhirnya. “Orang tua kami sudah syok sejak kejadian gempa pertama, dan mengalami stroke melihat rumah rusak. Kondisinya diperparah setelah gempas susulan sampai 7,0 SR, membuat rumah menjadi rata,” katanya.
Kepada awak media, pihak keluarga hanya bisa pasrah atas musibah menimpa orang tuanya. Ia berharap, keluarganya mendapat perhatian pemerintah. “Mudahan kejadian menimpa orang kami ini, menjadi kejadian terakhir,” harapnya.
Terpisah, Kades Sembalun Lawang, HM Idris mengaku mendapat informasi adanya kroban meninggal dunia di pengungsian, usai mendengar pengumuman dari masjid. Begitu menerima informasi itu, ia langsung ke rumah korban. “Kami sudah berupaya dengan maksimal, mengatasi masyarakat pasca gempa. Semua kerusakan rumah warga sudah kita data. Termasuk memberikan kebutuhan logistik,” tandasnya.
Ia mengaku sudah mengusulkan 20 tenda ke BPBD Provinsi dan KLHK. Karena khawatir hujan sudah mulai turun.
Di tempat berbeda, Kapolres Lotim AKBP M Eka Fathurrahman SIK, selaku penanggungjawab posko induk Sembalun, membenarkan satu pengungsi meninggal dunia. Diduga mengalami syok berat usai gempa berkekuatan 7,0 SR tersebut. Jenazah korban meninggal sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman. Pemakaman jenazah korban, juga dilakukan kemarin, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. “Jenazah korban meninggal dipengungsian, sudah dimakamkan, kemarin,” terangnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here