Beranda Headline PHRI Sayangkan Informasi Hoax Tsunami

PHRI Sayangkan Informasi Hoax Tsunami

BERBAGI
SUSAN/RADAR MANDALIKA EVAKUASI: Sejumlah wisatawan asing saat tiba di pelabuhan Bangsal.

MATARAM – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Lalu Abdul Hadi menyayangkan informasi hoax yang beredar saat gempa di Lombok. Kabar itu pun membuat para wisatawan ketakutan, terutama di kawasan tiga gili yakni Gili Trawangan, Meno, dan Air di Kabupaten Lombok Utara. “Persoalan ini bermula dari hoax yang katanya akan ada tsunami, ini yang membuat eksodus besar-besaran,” ujarnya, kemarin.

Ia meminta agar informasi tentang tsunami tak lagi disebarkan karena akan menambah kekalutan wisatawan yang sedang berada di Lombok, maupun warga Lombok sendiri. Hal ini, membuat kelimpungan pemerintah yang sedang fokus dalam penanganan korban gempa. “Hentikan isu tsunami, itu yang membuat eksodus dalam waktu yang bersamaan,” tegasnya.
Persoalan lain yang timbul akibat disinformasi ini adalah banyaknya wisatawan yang check out dari hotel, dan mengalami kebingungan karena belum memiliki tiket penerbangan maupun kapal laut. Dia menyaranlan para turis untuk memiliki tiket pesawat atau laut terlebih dahulu sebelum meninggalkan hotel. “Turis juga diimbau tidak terprovokasi dengan isu tsunami,” pesannya,
Menurutnya, pemerintah daerah telah memberikan layanan maksimal kepada para wisatawan yang hendak meninggalkan Lombok. Dengan menyediakan moda transportasi ke Bandara Internasional Lombok (BIL) atau Pelabuhan Lembar. Selain itu, sejumlah turis juga bisa singgah terlebih dahulu di Kantor Dinas Pariwisata NTB yang menyediakan sejumlah fasilitas gratis, seperti makanan dan minuman.
Kepada para turis, ia menyatakan jika pada dasarnya Lombok aman dikunjungi. Gempa yang belum lama melanda Lombok merupakan bencana yang baru terjadi setelah 40 tahun lalu. Hal ini berbeda dengan daerah atau negara lain yang memiliki intensitas gempa lebih sering dibandingkan Lombok.
Infrastruktur perhotelan di Lombok juga masih cukup baik. Hanya satu-dua hotel yang terdampak, namun masih dalam katagori rusak ringan. “Kalau isu hotel tidak menerima tamu, itu tidak benar. Pariwisata Lombok dan Sumbawa adalah pariwisata yang tangguh, tak mudah termakan isu,” tandas Hadi.
Sementara Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan, proses evakuasi warga dan turis asing di kawasan tiga gili di Kabupaten Lombok Utara (KLU), masih terus dilakukan. Ia memastikan proses evakuasi berjalan dengan baik. Hingga saat ini, seluruh turis asing yang berada di gili telah dievakuasi.
“Evakuasi dari Gili Trawangan terhadap WNA yang jumlahnya lebih dari dua ribu, ternyata sekarang sudah habis. Sudah dapat dievakuasi dengan selamat, tidak satu pun yang meninggal,” ujarnya.
Saat ini turis asing yang telah dievakuasi dari gili mulai menuju tujuan masing-masing, baik ke Bandara Internasional Lombok atau Pelabuhan Lembar untuk menuju ke Bali. Bukan bermaksud ingin pilih kasih, Wiranto mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi penekanan kepada tim reaksi cepat penanganan darurat bencana di Lombok untuk memberikan perhatian kepada turis asing agar tidak terlantar dan mendapatkan pelayanan. “Kita harus berikan perhatian agar mereka (WNA) tidak terlantar dan bisa mendapatkan pelayanan secara baik, sehingga dengan cepat menuju tempat yang mereka anggap aman dan nyaman. Kendaraan dari Bangsal digratiskan menuju ke tempat masing-masing,” ungkapnya. (cr-can/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here