Beranda Mataram PGRI Minta Guru Honorer Tidak Demo

PGRI Minta Guru Honorer Tidak Demo

BERBAGI
SUSAN/RADAR MANDALIKA Ali Rahim

MATARAM —Keinginan guru honorer di Kota Mataram mendapat kenaikan kesejahteraan, dianggap wajar oleh Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB, H Ali Rahim. Sudah seharusnya pemerintah daerah menghargai keberadaan guru honorer, apalagi dari sisi tugas nyaris sama beratnya dengan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS). “Tidak ada guru honorer yang tidak sarjana. Hargailah gelar sarjana mereka itu,” tegas Ali saat ditemui di Kantor Wali Kota Mataram belum lama ini.
PGRI, lanjutnya, akan tetap memperjuangkan peningkatan kesejahteraan bagi‎ guru honorer. Kalaupun sekarang belum terwujud, guru non PNS dimintanya jangan berunjuk rasa. “Jangan demo. Mari cari solusi terbaik,” sarannya.
Menurut dia, dana untuk memberi tambahan kesejahterana bagi guru non PNS sudah tersedia. Tinggal dibayarkan ke penerima yang telah lelah mengabdi demi mencerdaskan anak bangsa. “Tinggal komunikasi agar apa yang jadi kendala dapat terselesaikan dengan baik,” katanya.
Informasi yang ia terima, anggaran bagi guru honorer sudah tersedia di APBD. Kalaupun kurang, bisa kembali dialokasikan di APBD Perubahan. “Guru honorer tidak beda dengan guru negeri. Bedanya, guru negeri terima gaji. Guru honorer hanya gigit jari,” sindirnya.
Kepada ratusan guru honorer di Kota Mataram, ia minta agar tidak demo. Melainkan bertafakur saja, merenungkan kebijakan yang tidak berpihak kepada mereka. Harapannya dengan cara itu, tergugah hati Pemkot Mataram menjalankan sesuai norma yang berlaku. “Ingat, ini sudah empat tahun moratorium. Kita kekurangan guru. Hargailah guru honorer,” tegasnya seraya mengatakan, inilah bentuk kepedulian PGRI dengan terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ‎guru honorer. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here