Beranda Headline Penyisiran Rinjani Ditunda

Penyisiran Rinjani Ditunda

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA PEMETAAN : Mayor Inf Arifianto saat memimpin breafing skema penyisiran Rinjani, untuk memastikan apakah ada korban lain atau tidak, sebelum Rinjani berstatus clear and clear dari korban, di kantor TNGR Resort Sembalun, Sabtu (4/8) lalu.

LOTIM – Karena terkendala helikopter milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mengalami masalah teknis, penyisiran disemua jalur pendakian Gunung Rinjani ditunda balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) NTB. Kendala lain dihadapi TNGR di lapangan, hingga saat ini gempa susulan masih terjadi.
“Penundaan kita lakukan sampai batas waktu tidak kita tentukan,” kata Sudiyono, Kepala BTNGR NTB, pada Radar Mandalika, kemarin.
Ia menegaskan, penyisiran tetap akan dilakukan tim yang sudah dibentuk. Hanya saja, tim masih menunggu situasi dan kondisi lapangan. Termasuk menunggu kondisi helikopter tersedia. Namun bila ada informasi dari pihak keluarga, pihaknya akan melakukan tindakan mempercepat adanya helikopter, untuk dilakukan pencarian dan evakuasi.
“Tapi kalau tidak ada informasi, kami menunggu situasi gempa reda dulu, baru dilakukan penyisiran. Sebab, jika penyisiran melalui jalur darat, akan sangat berbahaya,” ujarnya.
Kondisi Rinjani saat ini, dikatakan Sudiyono, bahwa gempa susulan masih ada. Bahkan, getaran gempa di atas pegunungan lebih keras dibandingkan di bawah. Karena posisinya di ketinggian. Selain itu, kondisi alam (tanah gunung) di Rinjani, sudah banyak retak-retak. Malah indikasi keretakan itu tidak saja di tingkat atas, tapi bahkan sampai ke bawah.
Indikasi itu lanjutnya, karena terdapat dua petugas memantau di dua tempat berbeda, mengalami rasa getaran berbeda. Satu merasakan getaran gempa cukup keras, sedangkan satu lainnya tidak. “Dua petugas kami itu benar-benar merasakan berbeda. Mungkin bisa jadi ada belahan tanah di Rinjani sampai tingkat bawah,” tandas Sudiyono.
Kaitan dengan rencana penyisiran menggunakan helikopter sendiri setelah melakukan breafing, penyisiran dilakukan kemarin dan hari ini. Adapun rute penyisiran, helikopter PT AMNT take off dari lapangan umum Sembalun ke Torean, Pelawangan. Kemudian, Sembalun menuju puncak terus menuju Pelawangan. Setelah itu, Sembalun, Batu Ceper, kemudian Pelawangan, Senaru Batu Ceper Torean dan setelah itu kembali landing ke lapangan umum Sembalun. “Tim yang terlibat dalam penyisiran ini, TNGR, TNi, Polri, kameramen, dan Basarnas,” kata Sudiyono.
Dari jajarannya, Sudiyono menerima informasi di jalur pendakian Desa Tete Batu terdapat pendaki akan melakukan pendakian secara ilegal. Jalur tersebut, memang dinyatakannya jalur ilegal. Sehingga, rencana pendakian secara ilegal itu langsung dicegahnya. “Semua jalur pendakian baik legal mau pun ilegal, kita tutup. Ada informasi kami terima terdapat pendaki ilegal mau masuk melalui jalur Tete Batu. Tapi itu berhasil kita cegah,” tutup Sudiyono. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here