Beranda Headline Pedagang ‘Nakal’, Harga Bapok Meroket

Pedagang ‘Nakal’, Harga Bapok Meroket

BERBAGI

MATARAM – Warga NTB kini dibuat pusing tujuh keliling mengingat harga sejumlah barang pokok (Bapok) meroket. Momen pasca gempa bumi ini, dimanfaatkan betul oleh pedagang ‘nakal’ sekarang.
Pantauan Radar Mandalika, adapun kebutuhan yang naik misalnya, harga mie instan, minyak goreng, gula dan sejumlah kebutuhan lain. Selain itu, harga jual terpal, air minum gelas dan tanggung juga naik dengan cepat. Meterial bangunan juga demikian.
Salah satu tim Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC), Muslimin yang merupakan tim satgas penanggulangan bencana mengeluhkan kondisi ini. Mereka sudah menjadi relawan sejak gempa pertama dan kedua, dan sekarang harga terpal dari harga sebelumnya jauh lebih mahal.
“Harga terpal tiga kali lipat, itu yang saya rasakan,” ungkap Muslimin di konfirmasi koran ini, kemarin.
Menurut Muslimin, harga yang amat mahal itu dirasakan di beberapa toko saat membeli terpal kebutuhan pengungsi. Namun, dia tidak bisa menjelaskan secara rinci mengingat sedang sibuk mengurus korban gempa.
“Catatan ada di bendahara saya. Saya tidak bisa sembarang sebut angka pastinya,” jawab dia.

Febri warga Kota Mataram juga mengaku harga mie instan tidak normal, bahkan hitungannya satu mie mencapai 3 sampai 4 ribu satu bungkusnya.
“Saya nggak tau kalau lonjakan yang lain. Karena sebelumnya nggak pernah beli. Cuma stoknya agak susah sembako,” ceritanya.

Komunitas lainnya, Solidaritas Perempuan Mataram yang berencana membantu korban menyediakan terpal, Lutfa Azizah mengaku tidak jadi membeli di Sweta Cakra Mataram. Menurut keterangan bendahara SP, Nurul kata dia harga terpal melonjak mahal, dimana yang ukuran 4 x 6 M harga sebelumnya 80 ribu sekarang mencapai dua ratusan.
“Akhirnya kami pesan di Jakarta kebetulan ada yang mau ke Lombok,” cerita Lutfa.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD NTB, Johan Rosihan dengan tegas bicara pengusaha ‘nakal’ itu tidak berprikemanusiaan.
“Naikkan di media, bila perlu sebut nama pengusahanya dan nama tokonya biar dia kapok,” kesal Johan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB saat dikonfrimasi media ini belum memberikan tanggapan. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here