Beranda Lombok Timur Ketika Pulau Lombok Diguncang Gempa 6,4 SR (7)

Ketika Pulau Lombok Diguncang Gempa 6,4 SR (7)

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA MENGUNGSI: Tampak hingga saat ini para korban gempa bumi masih tinggal di pengungsian, kemarin.

Masih Ada Gempa Susulan, Status Tanggap Darurat Diperpanjang

Status tanggap darurat diperpanjang. Sesuai SK Gubernur NTB nomor 360-642 tahun 2018 dan SK Bupati nomor 188.45/463/BPBD/2018, tentang perpanjangan penetapan status keadaan tanggap darurat bencana alam gempa bumi di Pulau Lombok.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

GEMPA bumi tanggal 29 Juli lalu, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat terkena dampak. Utamanya warga yang ada dibeberapa desa di Kecamatan Sambelia dan dan Kecamatan Sembalun. Termasuk warga di Kecamatan bayan, kendati jumlah korban di Bayan tidak sebanyak korban di Kecamatan Sembalun dan Sambelia.
Rupanya, efek kerusakan fisik bangunan dan psikologis tidak saja terjadi di Kecamatan Sambelia, dan Sembalun. Akan tetapi juga hampir merata di Lotim dan bahkan daerah lain. Pada saat kejadian, tidak saja masyarakat yang saat ini dianggap menjadi lokasi paling parah yang masih trauma kembali ke rumah masing-masing.
Akan tetapi hingga saat ini di beberapa wilayah di Lotim dan daerah lain, masih ada yang pada malam hari tidak berani tidur di dalam rumahnya masing-masing. Apalagi, hingga kemarin, gempa sususlan masih terus terjadi di wilayah Pulau Lombok. Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah pusat hingga tingkat daerah, dan masyarakat pada umumnya dari berbagai asal sudah menunjukkan kepeduliannya. Demikian juga dari kalangan aparat TNI, Polri, Satpol PP dan lainnya, turut bekerja keras membantu masyarakat terkena dampak. Baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar atau kebutuhan lainnya. Banyak relawan dari berbagai asal juga datang membantu membersihkan puing-puing rumah. Tak ketinggalan, relawan dari berbagai asal hingga aparat kepolisian dan TNI, turut membantu melakukan trauma healing. Sehingga, masyarakat dan anak-anak tidak trauma dan bisa kembali ke rumah masing-masing.
Sejak terjadi gempa, pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten Lotim, menetapkan status tanggap darurat pada tanggal 30 Juli lalu. Status tanggap darurat ini, ditetapkan sampai tanggal 5 Agustus lalu. Namun karena kondisi lapangan hingga saat ini gempa susulan masih terjadi dan pertimbangan lainnya. Gebernur NTB dan Bupati Lotim, menerbitkan SK perpanjangan status tanggap darurat. Perpanjangan status tanggap darurat ini, terhitung sejak tanggal 6 Agustus sampai tanggal 11 Agustus mendatang.
“Perpanjangan status tanggap darurat, sudah diperpanjang Gubernur dan Bupati Lombok Timur. Mudahan gempa bumi ini segera berakhir, masyarakat dan anak-anak tidak lagi trauma, sehingga bisa hidup normal seperti sedia kala,” kata ketua Posko Induk Kecamatan Sembalun, Kapolres Lotim, AKBP M Eka Fathurrahman, SIK. (Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here