Beranda Headline Gedung 1,8 M Puskesmas Praya Retak

Gedung 1,8 M Puskesmas Praya Retak

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA DIPERTANYAKAN: Sejumlah warga terlihat baru keluar dari Puskesmas Praya yang dindingnya retak, kemarin.

PRAYA — Dinding gedung baru Puskesmas Praya retak akibat guncangan gempa bumi, Minggu malam lalu. Dimana, bangunan baru puskesmas ini dibangun dengan menelan anggaran Rp 1,8 Miliar dan ditempati Februari 2017 lalu.
Kepala UPT Puskemas Praya, H Muslim Tasim mengatakan, dinding puskesmas mengalami keretakan akibat guncangan gempa. Dari situ, pihaknya mengatensi hal-hal yang tidak diingikan terjadi pada pasien, sekarang pihaknya melakukan perawatan di halaman puskesmas.
“Saya tidak mau ambil resiko melihat gedung yang retak. Makanya kami layani semua pasien di luar saja,” katanya, Selasa lalu.
Dia menegaskan, banyak kerusakan pada didinding baru itu, pihaknya sudah melaporkanya ke Dinas Kesehatan (Dikes). Hasilnya, Dikes menjawab akan berkoordinasi dengan Pemkab mengenai perbaikannya.
“Memang dari PU sudah turun untuk memantau gedung ini. Mereka menyebutkan sangat bahaya jika tetap digunakan. Saya harapkan gedung segera diperbaiki,” harapnya.

Selain itu, pihaknya enggan berkomentar terkait pengerjaan gedung baru tesebut sebelumnya. Namun memang patut dipertanyakan. Pasalnya gedung yang nilai pengerjaannya besar dan selesai dibangun tahun lalu, sudah mengalami retak-retak karena gempa yang skalanya tidak lumayan tinggi. Berbeda dengan gedung di Puskesmas lainnya, gedungnya masih bagus. Padahal pengerjaanya sama.
“Retakannya kan banyak. Kami takut lah itu roboh,” ceritanya.

Sementara itu, Kepala Dikes Loteng, H Omdah membenarkan adanya kerusakan sejumlah bangunan puskesmas pasca gempa. Namun, hingga kini pihaknya belum menerima laporan adanya korban jiwa.
“Guncangan gempa memang sangat dirasakan,” katanya.
Untuk melakukan penanganan dan penanggulangan terhadap kerusakan akibat gempa, pihaknya langsung mengirimkan tim ke lokasi untuk mendata dan melihat langsung secara menyeluruh dampak dari gempa. Pihaknya sudah meminta kepada semua Kepala Puskesmas untuk melakukan pelayanan di luar jika memang gedung sangat membahayakan pasien.
“Kami akan segera melakukan perbaikan untuk gedung yang rusak. Tapi tunggu perintah dari Bupati dulu,” pungkasnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here