Beranda Praya Metro FKD Ajak Pemdes Bikin Desbumi

FKD Ajak Pemdes Bikin Desbumi

BERBAGI
HAFIDZ/RADAR MANDALIKA PENJELASAN : Ketua FKD Loteng yang juga Kades Nyerot, Sahim bersama pengurus Desbumi Desa Nyerot saat memberikan penjelasan seputar lembaga Desbumi, kemarin.

PRAYA – Forum Kepala Desa (FKD) Lombok Tengah mengajak semua Pemerintah Desa (Pemdes) di Loteng membuat program Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) seperti yang sudah diprogram beberapa desa di Lombok Tengah. Lembaga ini memang baru berusia setahun dan diakui oleh pemerintah yang dalam hal di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).
Ketua FKD Loteng, Sahim pada Radar Mandalika mengatakan, fungsi pembentukan Desbumi yang cukup vital yakni sebagai pusat informasi, pendataan, sekaligus pengaduan buruh migran.
“Saat ini yang membuat Desbumi yaitu Desa Nyerot, Pringgarata, Gemel, Darek, dan Kelurahan Gerunung,” ujar Sahim.
Ia menambahkan, tugas dari Desbumi yang dibentuk oleh Pemdes sendiri yakni bisa mengkoordinir warga yang akan berangkat jadi buruh migran. Baik dari keberangkatan hingga pulangnya nanti.
“Kita juga bertugas sebagai pusat informasi penanganan kasus,” kata dia.
Dari Desbumi ini lanjut Sahim, data dan nama-nama calon buruh migran atau TKI di desa bisa dihimpun setelah melalui beragam persyaratan. Mulai dari Kartu Keluarga, KTP, keterangan sehat dari dokter, hingga surat keterangan keberangkatan. Setelah syarat itu terkumpul, maka pemdes bisa memberikan rekomendasi untuk memberikan izin berangkat.
Ia yakin jika Pemdes di wilayah masing-masing sudah tahu kemana warganya bakal bekerja dan ditempatkan di mana oleh jasa pemberangkatan TKI yang prosedural, Pemdes tidak bakal kecolongan yang mengakibatkan warganya ditelantarkan, penyiksaan, tidak diberi gaji, bahkan lebih parah pelecehan seksual.
“Tujuan lain, TKI kita tidak gampang dikelabui oleh calo. Contohnya, warga diberi visa pelancong yang hanya sampai tiga bulan. Otomatis jika lebih dari itu, maka dampaknya warga kita jadi TKI ilegal,” bebernya.
Sementara itu, salah satu pengurus Desbumi Desa Nyerot, Herwiningsih menekankan kepada calon TKI agar jangan sampai niat ingin cepat-cepat bekerja di luar negeri namun memakai jalur tikus dan ilegal.
“Modus dari calo pemberangkatan calon buruh migran ini mesti kita waspada,” jelasnya.
Lebih jauh diungkapkan, program Desbumi bagi eks buruh migran nantinya, Pemdes bisa mendorong para eks buruh migran berkreasi di bidang pemberdayaan SDM. Bisa dengan membuat diskusi kelompok, arisan, koperasi, hingga kerajinan tangan.
“Contohnya di sini kita sudah berikan pelatihan pengolahan kerajinan plastik. Hanya saja, sekarang masih terkendala pemasaran. Makanya kita sama-sama dorong melalui Bumdes,” pungkasnya. (fiz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here