Beranda Headline Data Korban MD Membingungkan

Data Korban MD Membingungkan

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA ROBOH: Salah satu masjid di Lombok Utara yang roboh diguncang gempa 7,0 SR, Minggu malam lalu.

Pemda KLU 347, Pemprov 226, TNI 381, BNPB 131

MATARAM – Data korban meninggal dunia (MD) pada peristiwa gempa bumi dengan kekuatan 7,0 SR pada Minggu malam lalu, bertambah setiap harinya. Namun kali ini, publik dibuat bingung dengan data yang disajikan sejumlah pemerintah.
Dimana, Pemda Lombok Utara menyebutkan data korban MD sebanyak 347, Pemprov dan Basarnas 226 MD, TNI 381, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB 164, sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 131 MD.
Humas dan Protokoler Setda KLU menyampaikan secara resmi ada 347 orang yang MD. Dari data itu yang MD di Kecamatan Gangga 54 orang, MD di Kecamatan Kayangan 171 orang, Kecamatan Bayan 11 orang, Kecamatan Tanjung 54 dan Kecamatan Pemenang 57 orang. Data tersebut dibenarkan Pelaksana Tugas Humas Dan Protokol Setda KLU, Mujaddid Muhas yang dikonfirmasi via ponsel, kemarin.
Muhas menyampaikan, data tersebut dikumpulkan dari hasil pertemuan dilakukan camat se-KLU bersama Bupati KLU, Najmul Ahyar.
“Benar data itu, data itu didapatkan baru tadi siang (Kemarin,Red) setelah rapat bersama Bapak Bupati,” kata Muhas singkat.
Namun Muhas tidak menjelaskan lebih lanjut data tersebut, pihaknya kembali memastikan bahwa jumlah yang MD itu benar.
“Nggeh benar itu,” katanya singkat.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum belum mengaku kebenaran data yang disajikan pemerintah KLU. BPBD hanya mendapatkan data yang meninggal di NTB sesuai hasil konfirmasi bersama Korem, menngingat Korem 164/WB berjumlah 164 orang yang tersebar di semua kabupaten/kota yang berdampak karena guncangan gempa dahsyat tersebut.
“Dari korem yang saya ikuti karena beliau sebagai komandan (Tim Sar Gabungan),” kata Rum, kemarin.
“Rincianya masih diproses,” sambungnya.
Perbedaan data MD itu tidak saja dialaminya, Pemprov NTB melalui statemen Gubernur NTB, M Zainul Majdi dan Basarnas yang menyebutkan korban yang MD 226 dan TNI 381.
“Saya menyatakan data MD sampai saat ini 164 orang sesuai laporan dari Tim data dan info korem 162/WB Letkol Agung,” tegas Rum lagi.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis resminya menjelaskan jumlah korban akibat gempa 7,0 SR di NTB dan Bali sebanyak 1.477 orang, luka berat dan dirawat inap di rumah sakit, 156.003 orang mengungsi, 42.239 unit rumah rusak dan 458 unit sekolah rusak. Data ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat pendataan belum semuanya selesai dilakukan. Selain itu, korban belum semua ditemukan oleh Tim SAR gabungan.
Daerah di Kabupaten Lombok Utara paling parah terdampak bencana. Dari 131 orang MD akibat gempa terdapat di Kabupaten Lombok Utara 78 orang, Lombok Barat 24 orang, Lombok Timur 19 orang, Kota Mataram 6 orang, Lombok Tengah 2 orang, dan Kota Denpasar 2 orang.
Sementara itu pihaknya juga menanggapi beredar data jumlah korban MD yang lebih banyak sesuai yang diposting Humaspora KLU. Dimana hasil pertemuan Camat se-Kabupaten Lombok Utara menyebutkan jumlah korban 347 orang meninggal dunia. Dalam hal ini, Posko BNPB dan Pusdalops BPBD NTB, katanya masih melakukan verifikasi kebenaran data tersebut. Laporan data korban harus dilampirkan identitas korban yaitu nama, usia, jenis kelamin dan alamat asal untuk menyatakan bahwa data korban korban tersebut benar. Sebab, konsekuensi dari adanya korban MD maka Pemerintah akan memberikan bantuan santunan duka cita dan lainnya.
“BNPB dan BPBD NTB sudah meminta Bupati Lombok Utara untuk memberikan lampiran identitas korban meninggal di Kabupaten Lombok Utara,” jelasnya.
Jumlah pengungsi juga terus bertambah. Saat ini data sementara 156.003 orang yang tersebar di Lombok Utara 55.390 orang, Lombok Timur 29.195 orang, Lombok Barat 39.599 orang dan Kota Mataram 31.819 orang. Diperkirakan data pengungsi akan bertambah mengingat belum semua pengungsi terdata dengan baik. Kebutuhan dasar pengungsi terus ditambah. Da umum dan dapur lapangan terus didirikan di banyak tempat oleh TNI, Polri, Tagana, SKPD, BPBD Jawa Tengah, NGO, dan masyarakat. Logistik juga terus didistribusikan. 100 ton beras telah dikeluarkan dari Depo Logistik oleh Dinas Sosial dan BPBD NTB. Distribusi bantuan mengerahkan relawan-relawan dengan kendaraan untuk menyalurkan ke daerah-daerah yang terisolir dan belum menerima bantuan. Lebih dari 200 kendaraan mengakut logistic kebutuhan dasar pengungsi seperti permakanan, air mineral, selimut, tikar, pakaian dan sebagainya telah disalurkan dari Gudang BPBD NTB kemarin.
Evakuasi korban terus dilakukan. Basarnas Bersama TNI, Polri, dan relawan SAR melanjutkan evakuasi korban tertimpa bangunan roboh, antara lain di Masjid Jabbal Nur di Dusun Lading-lading, Desa Tanjung KecamatanTanjung Kabupaten Lombok Utara, Puskesmas Tanjung di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara, Masjid Jamiul Jamaah di Desa Bangsal Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara, dan daerah lainnya.
Layanan kesehatan untuk korban dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, dan relawan. Kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso milik TNI sudah sandar di Lombok Utara Selasa (7/08) pukul 19.45 WIB dan langsung melayani pasien korban gempa. Kapal RS Apung Prabu Airlangga dalam perjalanan ke Lombok Utara. Rumah sakit lapangan sudah beroperasi melayani masyarakat yaitu di Sembalun di Lombok Timur yaitu RS Batalyon Kesehatan 1, dan di Lombok Utara ada 2 rumah sakit lapangan yaitu dari RS Yonkes 2 oleh Marinir dan Kostrad. Rumah sakit dan puskesmas juga terus melakukan pelayanan kesehatan.

Perbaikan listrik terus dilakukan oleh 13 Tim PLN. Listrik sudah menyala di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Perbaikan listrik di sepanjang daerah Tanjung menuju Pemenang Lombok Utara berlangsung selama 2-3 hari. Pembuatan sumur bor, sanitasi dan MCK terus dilakukan Kementerian PU Pera.
Upaya terus diintensifkan untuk melayani masyarakat korban gempa. Sebanyak 332 gempa susulan masih berlangsung hingga kemarin pukul 16.00 WITA. Dari 332 kali gempa tersebut tedapat 17 gempa yang dirasakan dengan kekuatan 3-5,6 SR. Ini adalah hal yang alamiah.
“Setelah terjadi gempa besar maka akan diikuti gempa susulan dengan kekuatan yang kecil. Masyarakat dihimbau tetap tenang. Tidak terpancing pada hoax atau informasi yang menyesatkan,” pesannya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here