Beranda Praya Metro Bupati Mempawah Pelajari Pertanian dan Pariwisata

Bupati Mempawah Pelajari Pertanian dan Pariwisata

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA KUNKER: Bupati Mempawah, saat bertukar cendra mata dengan Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT, Sabtu (4/08).

PRAYA — Bupati Mempawah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Nurson bersama rombongan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Pemkab Loteng, Sabtu lalu. Rombongan diterima di pendopo bupati oleh H Moh. Suhaili FT dan jajaran SKPM.
Nurson mengatakan, pihaknya mengujungi Loteng untuk mendalami cara mengembangkan sektor pertanian hingga pariwisata. Apalagi pemerintah pusat sekarang sedang membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.
Oleh karena itu, dengan berkembangnya Loteng, Nurson ingin mengetahui strategi pengembangan. Seperti cara menangkap investasi mengembangkan sektor pariwisata yang bisa mendongkrak PAD.
“Kami ingin tahu caranya seperti,” kata Nurson.

Sementara itu, Bupati Loteng H Moh Suhaili FT menyampaikan, ini merupakan ajang silaturrahmi. Pada kesempatan itu, Suhaili memaparkan beberapa hal mengenai program pemerintahan, soal pariwisata dan potensi yang lainya. Menurut Suhaili, Loteng memiliki kesamaan dengan Pemkab Mempawah, karena pemerintah tetap mengembangkan potensi yang ada seperti dari sisi pertanian dan perkebunan maupun pariwisata.
“Kami merasa bangga karena dapat dikujungi,” kata Suhaili.
Dia menegaskan, selama empat tahun belakangan ini, Pemkab terus menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas. Untuk mengembangkannya, setiap SKPM bersama masyarakat, DPRD diharuskan untuk menjalin sinergitas.
“Sehingga kami kompak untuk mendukung terus perkembangan pasriwisata terutama dengan andanya KEK,” katanya.
Selain itu, untuk mendongkrak pariwasata pemerintah juga mengembangkan semua desa menjadi desa wisata dengan segala potensi mereka. Hasilnya, sekarang sudah mulai berjalan. Bahkan kementerian juga sudah datang untuk melihat desa wisata itu.
“Berbagai potensi yang ada di desa oleh masyarakat sudah bisa mengelolanya dengan baik,” beber Suhaili.
Dia mengaku, perkembangan pariwisata terus tumbuh pesat. Selain dengan adanya KEK, namun karena banyak desa yang akan menjadi desa wisata. “Belum lama ini kami juga terima kujungan dari Kementerian Pariwisata untuk melihat Desa Wisata Bilebante,” tuturnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here