Beranda Praya Metro Bentuk Desa Smart, DPMD Gandeng IPDN

Bentuk Desa Smart, DPMD Gandeng IPDN

BERBAGI
HAFIDZ/RADAR MANDALIKA KOMPAK : Asisten II Setda Loteng bersama Kadis DPMD Loteng, H Jalaludin dan Kades Sukarara berdialog dalam kegiatan begawe nyesek, belum lama ini.

PRAYA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Tengah (Loteng) dalam waktu dekat bakal merumuskan pembentukan desa smart di Loteng. Indikator desa smart ini yakni mereka yang berhasil mengelola potensi desa hingga pengelolaan dana desa yang baik.
Kadis DPMD Loteng, H Jalaludin mengatakan, program ini nantinya bakal bekerjasama dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dalam menganalisa dan menentukan desa mana yang dipandang layak menjadi desa smart tersebut.
“Untuk awal kita coba satu desa per kecamatan di 12 kecamatan dulu,” ujar Jalal.
Ditambahkan, dengan adanya program ini maka Pemerintah Desa (Pemdes) bakal diberikan pemahaman seputar penguasaan terhadap teknologi (IT) untuk mempromosikan desanya masing-masing.
“Karena semua bermuara ke IT. Jadi, orang tidak perlu datang dan berbelanja jauh-jauh untuk melihat potensi suatu desa. Namun, nanti melalui digital semua bisa,” kata Jalal.
Ia mengakui, sejumlah desa seperti Beleke, Bilebante, Sukarara, Setanggor,Montong Gamang, Aik Berik, Aik Bual, Sintung, sentra produksi dan pariwisata di desa lainnya belum optimal tentang pemahamannya terkait IT. Dicontohkan, di Sukerara ada event jelo begawe nyesek yang merupakan agenda tahunan yang begitu dikenal wisatawan. Sehingga, ke depan tugas Pemkab yakni mensupport, memfasilitasi sehingga lahir Sukarara-Sukarara lain yang bisa berinovasi dan memiliki event tahunan serupa bahkan lebih meriah.
“Itu kauar biasa. Peluang desa ini juga sudah mulai ditangkap provinsi dan Kementerian Pariwisata,” ungkapnya.
Meski begitu, yang sudah ada seperti Sukarara saja belum optimal promosi melalui IT. Sebab, sebagus apapun pelaku industri dan pariwisata mengemas desa wisata, namun tanpa promosi maka akan kurang maksimal.
Guna mendukung hal itu pun, pihaknya juga bakal bekerjasama dengan Disperindag, Dinas Pariwisata, hingga DPMD dalam pembinaannya.
“Jika intervensi dan sinergi sudah terjalin, maka akan ada pengembangan lebih kompleks. Tentu disupport dengan anggaran dana dari kabupaten, provinsi, hingga pusat. Seperti di Embung Aik Bual Kecamatan Kopang dan Aik Berik. Seperti di Aik Bual ada bantuan MCK dan rabat dari Kemendes,” pungkasnya. (fiz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here