Beranda Lombok Barat Bantuan Korban Gempa Tidak Merata

Bantuan Korban Gempa Tidak Merata

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA RUSAK PARAH: Wakil Ketua III DPRD Lobar H Sulhan Muchlis Ibrahim, bersama anggota DPRD Lobar Hj Nurhidayah saat meninjau dampak gempa di Desa Jeringo Kecamatan Gunung Sari, kemarin.

LOBAR —Penyaluran bantuan kepada korban gempa di Lobar sudah mulai dilakukan. Hanya saja, masih terdapat beberapa titik yang belum tersentuh bantuan. Padahal kemarin sudah memasuki hari kedua pascagempa bumi 7,0 skala richter yang menguncang wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU), dan sekitarnya.
Salah satunya di Desa Jeringo, Kecamatan Gunung Sari. Pemerintah desa (Pemdes) setempat mengaku jika hingga kini belum ada bantuan yang menyentuh warga setempat. Berdasarkan pemantauan Koran ini, hampir 80 persen lebih kerusakan dialami desa ini. Rumah-rumah warga hancur dan nyaris rata dengan tanah.
Kendati masih ada rumah yang masih berdiri, warga tetap tidak berani tinggal di rumah. Lantara kondisi tembok dan tiang yang retak dan jebol. Dikhawatirkan bisa roboh sewaktu-waktu. “Hampir habis, kami tidak berani lagi tinggal di dalam rumah,” ujar seorang warga setempat, Nasam Sanjaya, yang ditemui di lokasi, kemarin.
Ia terpaksa membuat tenda di lapangan yang ada di depan rumah. Sejauh ini belum ada bantuan dari pemerintah daerah yang diterimanya bersama warga korban lainnya. Hal ini memaksa warga terpaksa nekat menyetop setiap kendaraan yang lewat untuk memperoleh bantuan ala kadarnya. “Kalau menunggu diberikan, kami tidak akan mendapatkannya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Jeringo, Sahril. Menurutnya, belum ada bantuan yang datang baik dari pemerintah provinsi maupun Pemkab Lobar. Padahal kerusakan rumah warga mencapai 80 persen. “Masak mau memberikan bantuan saja birokrasinya harus panjang. Padahal yang paling kami butuhkan adalah tenda, walaupun hanya berupa terpal,” tegasnya.
Pemkab Lobar dinilainya kurang respon kepada kondisi korban gempa di wilayahnya. Seharusnya, Pemkab langsung mendroping bantuan kepada warga di desanya tanpa adanya birokrasi yang bertele-tele. “Seharusnya drop saja bantuannya, tidak usah terlalu birokrasi. Harus pendataan dulu lah. Kalau begini cara penanganannya, mati masyarakatnya baru dibantu,” tandasnya.
Kerusakan akibat gempa juga terjadi di Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar. Khususnya di Dusun Tato Barat, rumah yang mengalami kerusakan parah mencapai 200 unit. Itu yang baru terdata saja. “Syukurnya tidak ada korban,” kata Kepada Dusun Tato Barat, Haji Mugni.
Pemkab Lobar sebenarnya sudah mulai menyalurkan bantuan sejak Senin (6/8) lalu. Sejauh ini penyaluran bantuan dipusatkan pada masing-masing kecamatan sebagai posko utama korban gempa.
Sementara Wakil Ketua III DPRD Lobar, H Sulhan Muchlis Ibrahim turun langsung ke beberapa titik terdampak gempa. Seperti di kawasan Gunung Sari dan Batu Layar. Ia maklum adanya keluhan masyarakat korban gempa yang merasa tidak diperhatikan. “Sejauh ini upaya pemkab sudah bagus, karena mendistribusikan bantuan ke masyarakat,” katanya.
Menurut politisi asal Kediri ini, sejauh ini sudah ada koodinator yang dilakukan pemkab. Sehingga kepala desa, kepala dusun tinggal melakukan komunikasi dan berkoordinasi agar bantuan tidak menumpuk di satu titik. “Semua yang turun memberi bantuan setidaknya melapor, baik itu ke kepala desa maupun pihak pemda yang ada di masing-masing kecamatan, sehingga rata. Yang belum tersentuh, bisa disentuh,” ungkapnya.
Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) juga turun menyalurkan bantuan. Sasarannya pada lokasi para kader-kader PKH yang ada di beberapa desa dan dusun. “Bantuan ini hanya sekadar. Walaupun sedikit, kami berharap ini bisa membantu mengurangi beban masyarakat yang terkena musibah,” kata Koordinator Kabupaten PKH Lobar, Baiq Wida Swara. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here