Beranda Mataram Asuransi Wakaf Syariah Diterima Positif

Asuransi Wakaf Syariah Diterima Positif

BERBAGI
SUSAN/RADAR MANDALIKA A Juniartha

MATARAM – Pertumbuhan asuransi di NTB menunjukkan perkembangan yang signifikan. Salah satunya di perusahaan asuransi Generali Mataram. Pertumbuhan premi perusahaan asuransi ini terbilang cukup menggembirakan. Yakni mencapai lebih dari 100 persen pada pertengahan tahun ini. Hal ini didukung oleh adanya program asuransi Wakaf Syariah dan Global Medical Plan (GMP).

Bussiness Director Generali Mataram, A Juniartha mengatakan, sejak 2013 lalu pertumbuhan premi asuransi di Generali cukup baik. Peningkatan terjadi saat diluncurkan program syariah yang bernama Wakaf Syariah. Program ini bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat NTB. “Pertumbuhannya semakin bagus,” ujarnya.
Pada tahun 2013 hingga 2017, Generali masih menjual produk asuransi konvensional. Saat itu ada pangsa pasar yang tidak mau menggunakan asuransi. Mereka masih menganggap asuransi konvensional sebagai sesuatu yang haram, riba, dan lainnya.
Kemudian muncul produk asuransi yang sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), tidak ada lagi yang menolak asuransi jiwa. Bahkan di Generali memiliki tim marketing yang merupakan para pemuka agama. Para pemuka agama tersebut yang memasarkan langsung produk asuransi syariah tersebut pada masyarakat NTB.
Ia mengungkapkan, NTB menjadi sebuah potensi besar mengingat kawasan dengan basis Islam besar. Sehingga pangsa pasar yang tidak bisa diraih sebelumnya, bisa diraih. Hal tersebut otomatis membuat peningkatan yang cukup luar biasa di atas 100 persen dibandingkan tahun lalu. “Setelah ada syariah bisa meningkat tajam,” ungkapnya.
Juniartha mengatakan, Generali memiliki target premi sebesar Rp 10 miliar tahun ini. Namun pada pertengahan tahun ini, Generali sudah bisa meraih premi mendekati Rp 7 miliar. Ia masih memiliki waktu yang cukup lama untuk mengejar sisa target. “Masih ada lima bulan dan saya yakin di atas 100 persen hingga akhir tahun nanti,” ucapnya.
Target tersebut diakuinya lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 6 miliar, dan tercapai sebesar Rp 7 miliar. Pertumbuhan tersebut tak lepas dari pengaruh luar biasa dari pola syariah. Selain Wakaf Syariah, Generali juga memiliki program unggulan lainnya. Yakni Global Medical Plan (GMP) yang bisa digunakan di seluruh dunia. Program ini menggunakan kartu gesek dengan tanpa limit per item. Kartu gesek ini lebih sederhana tanpa menggunakan sistem reimburse yang dinilai mempersulit pengguna. “Selama ini asuransi dikenal ribet kalau klaim, terutama di kesehatan,” katanya.
GMP hadir sesuai tagihan pengguna. Sebelumnya untuk asuransi kesehatan memiliki limit per item. Hal ini yang membuat pengguna harus nombok cukup banyak ketika biaya mahal melebihi limit. Sementara di kartu gesek GMP akan membayarkan seluruh item, asalkan tidak melebihi limit tahunan. “Kartunya memiliki limit mulai dari Rp 150 juta hingga ratusan miliar,” katanya.
Kedua program tersebut diakui Juniartha sangat cocok bagi masyarakat NTB. Keduanya juga bisa disatukan dalam satu program. Pengguna cukup menggunakan kartu gesek untuk klaim kesehatan. “Intinya cashless,” pungkasnya. (cr-can/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here