Beranda Headline Pasar Renteng Dibakar?

Pasar Renteng Dibakar?

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA LUDES: Salah seorang pedagang Pasar Renteng sedang mengecek posisi kiosnya yang terbakar, kemarin.

Kerugian Diperkirakan Sebesar Rp 70 Miliar

PRAYA – Kebakaran yang menghabiskan pasar induk Renteng Praya kini jadi pertanyaan. Belum diketahui penyebabnya sampai sekarang. Di belakang, banyak muncul spekulasi miring dengan beragaam sangkaan warga. Lantas siapa yang bakar Pasar Renteng?
Sementara ini, Pemkab Lombok Tengah (Loteng) hanya bisa memperkirakan kerugian yang ditimbulkan dari peristiwa itu. Sementara pemerintah memperkirakan kerugian yang ditimbulkan Rp 70 miliar.
Angka ini disampaikan pemerintah setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Loteng melakukan inventarisasi, kemarin.
Kepala Disperindag Loteng, H Saman menegaskan, pasca petugas berhasil memadamkan api, pihaknya langsung turun melakukan pendataan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kerugian yang diakibatkan.
“Kami telah melakukan pendataan kepada 1.000 lebih lapak pedagang yang terdampak kebakaran,” terangnya di Pendopo Bupati Loteng, kemarin.
Saman menegaskan, kerugian 70 miliar itu terdiri dari kerugian bangun Rp 10 Miliar, dan kerugian materia pedagang sekitar Rp 60 miliar lebih. Sementara untuk jumlah pedagang yang hilang mata pencahariannya sekitar 1.000 orang terdiri dari 53 unit kios, Los pasar 43 unit, dan lapak pendagang sekitar 546 lokal.
“Ini masih perhitungan sementara,” jelasnya.
Saman menegaskan, pihaknya hingga sekarang belum dapat memastikan upaya relokasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Pasalnya, hal itu dapat dilakukan setelah adanya pembahasan antara dinas terkait. Namun berdasarkan perintah Bupati, untuk sementara pedagang itu bisa berjualan di lokasi terminal dekat lokasi. Agar pendapatan mereka tidak hilang.
“Kami sudah melakukan rapat mengenai pasar bersama Bupati,” bebernya.
Dia mengaku, hingga sekarang pihaknya masih belum bisa mengetahui penyebab kebakaran terjadi. Ada yang bilang karena arus listrik dan masih banyak lainnya. Semua itu akan terkuak setelah adanya hasil penyelidikan dari aparat kepolisian.
“Kasus ini sudah ditangani oleh polisi,” jawabnya.

Sekda Loteng, HM Nursiah menegaskan pihaknya sudah melakukan rapat mengenai kebakaran pasar dan bencana lainnya bersama Bupati. Hasilnya pihaknya diperintahkan untuk segera melakukan pendataan pada semua pedagang serta menyiapkan tempat untuk mereka jualan sementara.
“Kami juga seudah sepakat untuk membangun kembali Pasar Renteng ini. Sebab pasar itu merupakan pasar induk yang PAD nya sangat besar ke Pemkab Loteng,” jelasnya.
Untuk penyebab kebakaran, pihaknya akan menyerahkan pada aparat kepolisian guna melakukan penyelidikan. Jika memang ada indikasi disenggaja, pihaknya meminta aparat untuk mengungkapkannya. “ Kalau itu benar disengaja. Sangat keterlaluan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, H Muhamad menambahkan angka kerugian bangunan yang terbakar, masih dalam proses penghitungan. “Belum diketahui, kami masih menghitung,” katanya.
“Ini merupakan kebakaran yang paling besar yang kami temui,” sambungnya.

Terpaisah, Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya yang menerima laporan kebakaran bersama Kapolres langsung turun.
Untuk terkait peyebab kebakaran Pasar Renteng, bahwa pihaknya belum bisa memastikan peyebab kebakaran. Karena pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap beberapa saksi termasuk penjaga pasar dan melakukan olah TKP.
“Kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran itu,” katanya.
Sehingga untuk sementara guna menghindari hal-hal yang tidak diingikan terjadi garis polisi sudah terpasang. Kalaupun ada pedagang, itu merupakan pedagang yang tak terdampak kebakaran. Tapi pihaknya meminta pada semua pedagang bila mencari barangnya untuk lebih wasapada. Karena api belum bisa dipadam secara untuh.
“Hingg sekarang PMK masih melakukan pemadaman,” tuturnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here