Beranda Headline Kota Mati

Kota Mati

BERBAGI
LALU HABIB FADLI/RADAR MANDALIKA

Penjarahan Marak, Pengungsi Rebutan Bantuan

SELASA siang, tim tanggap bencana Lombok Post Group menyambangi Kabupaten Lombok Utara. Dengan membawa sejumlah bantuan seperti selimut, terpal, beras, air, dan sejumlah makanan siap saji, tim beranggotakan 10 orang memberanikan diri mendekati pusat gempa 7,0 RS Minggu pagi lalu.
Dengan hati tegang, tim terus menyusuri puluhan kilometer jalan menuju Gumi Tio Tataq Tunaq. Hampir di sepanjang jalan nampak berlobang. Bahkan beberapa titik dan jembatan ambrol dan tak bisa dilewati. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat kami menjumpai sanak saudara yang sedang membutuhkan bantuan.
Namun hampir di setiap kampung yang dilewati, warga setempat berdiri. Mereka berharap setiap kendaraan yang lewat memberikan bantuan. Bahkan tidak jarang mereka berkata kasar ketika sang pengendara tidak memberikan bantuan atau sekadar uang. Terlebih jika yang lewat itu mobil truk atau pikap yang membawa bantuan. Mereka kerap menyetopnya langsung agar bantuan itu dihentikan di sana.
“Kita juga butuh bantuan. Rumah warga kami banyak robo,” tutur seorang warga Malaka, Kecamatan Pemenang saat kami melewati jalur itu.
Namun tim tidak mau melayani mereka. Karena sesuai niat awal, bantuan tersebut akan didistribusikan kepada warga yang lebih membutuhkan.
“Ya memang sekarang aturannya seperti di hutan Pak. Siapa yang berani nyetop dia yang dapat,” ujas salah satu pemuda Desa Sigar Penjalin, Harianto di Kantor Desa setempat, kemarin.
Kata dia, memang sejak gempa mengguncang Minggu malam lalu, bantuan sangat diharapkan hampir semua warga Lombok Utara. Sebab rumah warga lebih dari separonya sudah rata dengan tanah. Selain itu perekonomian di sana pun lumpuh total. Pedagang tak ada, bahan makanan menipis, uang pun saat ini tak ada gunanya.
“Percuma punya uang kalau tak ada yang jual. Uang juga kebanyakan masih tertimbun di reruntuhan rumah,” ceritanya lara.
Sehingga pemandangan perebutan bantuan logistik menjadi bahan perkelahian. Namanya juga masalah perut, apapun akan dilakukan.
“Ya beginilah kondisi di sini. Uang tak ada, makanan menipis, komunikasi lambat, listrik mati total dan ditakuti pula dengan gempa susulan. Pokoknya campur aduk,” ceritanya.
Untuk diketahui, selain di Sigar Penjalin Kecamatan Pemenang, bantuan logistik dari Lombok Post Group juga disebar di Kecamatan Tanjung dan Gangga. Namun ke depan, rencananya juga akan menyasar Kecamatan Bayan dan Kayangan. (abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here