Beranda Lombok Barat Aspirasi Dewan untuk Pembangunan RLH

Aspirasi Dewan untuk Pembangunan RLH

BERBAGI
Ist ILUSTRASI: Sejumlah perumahan yang dibangun di kawasan Kecamatan Labuapi.

LOBAR —Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Lombok Barat (Lobar) menyatakan, program pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sudah mulai berjalan. Pembangunan rumah layak huni (RLH) bersumber dari anggaran aspirasi sejumlah anggota DPRD Lobar.
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman Disperkim Lobar, L Ratnawi. Bahkan diantaranya sudah ada yang terselesaikan. “Sudah kita mulai program pengentesan RTLH dari aspirasi dewan,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, kalangan dewan Lobar sudah menaruh perhatian atas program ini. Meskipun belum semuanya anggota DPRD Lobar mengalokasikan program aspirasi mereka untuk pengentasan RLTH di Lobar. “Tapi kami bersyukur para anggota dewan sudah memberikan dana aspirasi mereka untuk pengentasan RTLH di Lobar,” ungkapnya.
Dana aspirasi itu diperoleh dari anggota dewan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesi Perjuangan (PDIP), dan Partai Gerindra. Dari anggota dewan itu diperoleh dana sekitar Rp 300 juta untuk pembangunan sekitar 15 unit RLH. Anggaran tersebut pun sudah tertuang dalam APBD murni tahun 2018. “Saat ini pengerjaannya sudah hampir selesai. Ada juga beberapa yang sedang dalam tahap pengerjaan,” jelasnya.
Lokasi program itu, tersebar di sekitar empat kecamatan yang ada di Lobar. Antara lain Kecamatan Kediri di Desa Kediri menjadi lokasi terbanyak, Kecamatan Labuapi di Desa Bajur, Kecamatan Gunung Sari di Desa Midang dan Kecamatan Lembar.
Pihaknya berharap program aspirasi dari kalangan dewan semakin banyak mengarah untuk pengentasan RLTH di Lobar. Sebab Pemkab Lobar tidak bisa hanya mengandalkan dana alokasi khusus (DAK). “Jelas tidak mungkin, kalau kemarin tahun 2016 nilainya (DAK) mungkin lebih banyak. Karena ada dua jenis mekanisme penerimaan DAK untuk RTLH yakni DAK reguler dan Afirmasi, tahun ini DAK reguler sudah tidak ada,” bebernya.
Akibat tidak adanya DAK regular, berpengaruh terhadap jumlah RLH yang dapat dibangun. Jika dibandingkan tahun 2017 sebelumnya, terdapat pemotongan anggaran. Dari 600 unit, menjadi 300 unit
Sehingga di tahun 2018 ini sekitar 9 ribu sampai 10 ribu unit rumah RLH yang akan dituntaskan. Sedangkan jumlah rumah yang sudah diperbaiki sebanyak 339 unit dengan anggaran sekitar Rp 5,4 miliar dari DAK. “Ada sekitar 10 ribuan RTLH yang mau kita tuntaskan tahun ini. Semua anggarannya bersumber dari DAK dan APBD murni Lobar dan APBD Pemprov NTB tahun 2018,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here