Beranda Praya Metro Warga Sade Tolak Rumah Khusus

Warga Sade Tolak Rumah Khusus

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA Arifin Tomi

PRAYA — Warga Sade Desa Rembitan, Kecamatan Praya menolak pembangunan 40 unit rumah khusus dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Kades Rembitan Arifin Tomi menegaskan, dalam pembangunan ini pemerintah kabupaten bahkan pusat tidak pernah koordinasi dengan Pemdes. Selain itu, warga Sade juga mengaku tidak ingin pindah ke lokasi bangunan baru nantinya.
“Kami menolak pembangunan itu, jika mereka dibuatkan rumah khusus tentu budaya terancam akan tergerus,” katanya, kemarin.
Tomi menegaskan, pihaknya tidak pernah mendapatkan pemberitahuan dari Pemkab untuk pembangunan 40 unit rumah khusus tersebut. Namun pihaknya sempat mendapatkan informasi mengenai pembangunannya malah dari warga.
“Harusnya jika ada bantuan dari pusat atau proyek melalui desa. Sehingga kami bisa koordinasi ke tingkat bawah,” katanya tegas.
Selain itu, pihaknya sempat bertanya kepada warga dan keras menolak pindah tempat tinggal. Mereka ingin tetap di lokasi yang sekarang.
“Memang pembangunan rumah itu bagus. Tapi mereka juga harus melihat kondisi di lapangan, warga yang sekarang tinggal di Sade dan menjual hasil kerajian tenun,” jelasnya.
Menurut Tomi, kunjungan wisatawan lokal maupun mancangera ke Sade tidak pernah sepi. Jika pembangunan tetap dilakukan dan warga pindah maka dipastikan bakal jadi polemik.
“Bisa akan ribut nantiny,” ujarnya.
Ia berharap agar pemerintah mempertimbangkan rencana itu dan berkoordinasi dengan desa.
“Siapapun yang akan turun sosialisasi kami tolak,” ancamnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here