Beranda Lombok Timur TNI Kawal Realisasi Bantuan Dana

TNI Kawal Realisasi Bantuan Dana

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA Letkol Inf Agus Setiandar

LOTIM – Proses pembuatan rekening terhadap korban gempa bumi yang rumahnya mengalami rusak ringan dan rusak berat, mulai dilakukan. Wilayah Kecamatan Sambelia saja, hampir 300 lebih rekening warga sedang diproses pihak bank yang ditunjuk pemerintah. Rekening itu untuk menyalurkan bantuan Presiden pada masyarakat, sebesar Rp 50 juta untuk rumah rusak berat dan Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan. Terhadap proses ini sampai realisasi nanti, TNI akan mengawalnya. Mulai dari proses pembuatan rekening, hingga realisasi bantuan nanti.
Komandan Kodim 1615 Wira Bhakti, Letkol Inf Agus Setiandar, kepada Radar Mandalika di Desa Medain Kecamatan Sambelia, mendorong para pelaksana dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PUPR dan aparat desa, segera menyelesaikan pendataan. Termasuk, menyelesaikan verifikasi data tersebut.
Sehingga, data yang dihasilkan benar-benar objektif. Mana yang rusak berat dan ringan. Pihaknya juga mendorong bank terkait, segera menyelesaikan target pembuatan rekening masyarakat. Sehingga, ketika verifikasi selesai dan rekening selesai, dana bantuan masyarakat bisa direalisasikan. “Mudah-mudahan proses verifikasi dan pembuatan rekening masyarakat cepat selesai. Sehingga, masyarakat bisa segera pula menerima dana bantuan Presiden,” tegas Agus.
Masalah dana ini akan dikawal dan diawasi sehingga peruntukannya hanya untuk membangun rumah. Jangan sampai, dana bantuan itu dipergunakan masyarakat untuk hal-hal tidak bermanfaat. Pengawalan dan pengawasan tidak saja dilakukan oleh TNI, melainkan juga dari unsur Polri serta semua pihak. “Saat pengerjaan nanti agar dana efektif dan efesien, kita harap masyarakat dipergunakan untuk membeli bahan. Soal tenaga, kami TNI bersama unsur lainnya, akan membantu. Sehingga tidak terlalu banyak dikeluarkan untuk membayar tukang atau peladen,” tandasnya.
Kaitan dengan progres jumlah rekening yang sudah dibuat, ia mengaku belum dikantonginya. Intinya ujar Agus, TNI akan bekerja melakukan pengawalan dan pengawasan berdasarkan data yang ada. “Yang menjadi prioritas utama kita nanti, masyarakat yang mengalami rumahnya rusak berat,” pungkasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here