Beranda Headline Pelayaran Lembar-Padangbai Tak Terganggu

Pelayaran Lembar-Padangbai Tak Terganggu

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA MASIH NORMAL: Para penumpang warga negara asing yang menunggu sandarnya kapal di Pelabuhan Lembar, kemarin.

LOBAR —PT ASDP Indonesia Ferry cabang Lembar memastikan, jalur penyeberangan Lembar-Padangbai dan sebaliknya masih aman. Menyusul peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dalam surat peringatan dini tersebut, BMKG menyampaikan kemungkinan terjadinya gelombang tinggi mencapai 4-6 meter disejumlah perairan di kawasan Indonesia. Antara lain, perairan selat Jawa hingga Lombok. Termasuk Selat Bali, Lombok dan Alas Bagian Selatan.
Dalam surat nomor : ME.301/PD/02/APM/Viii/BMKG-2018 diterangkan jika kondisi gelombang tinggi diprediksi terjadi dari 2-5 Agustus 2018. “Masih normal saja (penyeberangan),” kata Manager Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar, Wildan Jazuli yang dikonfirmasi, kemarin.
Menurutnya, kondisi normal ini tidak hanya terjadi di Lembar. Kondisi di Pelabuhan Padangbai juga sama. Meski pelabuhan di Poto Tano-Kayangan ditutup, tidak berpengaruh terhadap Pelabuhan Lembar.
Sejauh ini masih ada wisatawan asing yang mengunakan jasa penyeberangan kapal ferry. Mengingat kapal cepat yang kerap digunakan wisatawan asing tidak berani berlayar, akibat gelombang tinggi yang sebelumnya sudah terjadi beberapa waktu lalu. “Kalau kapal cepat dihentikan, ya lewat sini (Lembar),” ujarnya.
Ia mengaku tetap berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Syahbandar. Dikeluarkanlah imbauan untuk penyerangan jika kondisinya tidak memungkinkan.
Berdasarkan pemantauan, cukup banyak penumpang warga negara asing. Mereka rata-rata wisatawan yang ingin menyeberang ke Bali, setelah kapal cepat tidak berani beroperasi. Sedangkan truk pengangkut cukup banyak terparkir menunggu bongkar muat.
Dalam surat edaran peringatan dini dari BMKG itu juga tertuang imbauan. Baik untuk perahu nelayan, kapal tongkang, ferry, hingga kapal kargo atau pesiar. Untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Termasuk masyarakat dan kapal yang melakukan aktivitas di pesisir sejumlah wilayah, termasuk NTB untuk memperhatikan kondisi gelombang tinggi itu. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here