Beranda Lombok Timur Ketika Pulau Lombok Diguncang Gempa 6,4 SR (6)

Ketika Pulau Lombok Diguncang Gempa 6,4 SR (6)

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA PEMBERSIHAN: TNI dibantu Laskar Mujahidin MMI saat membersihkan puing-puing rumah yang sudah rata akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter di Desa Sajang Kecamatan Sembalun, kemarin.

Kepedulian Mengalir, MMI Ikut Bersihkan Rumah Warga

Pendataan serta verifikasi jumlah rumah rusak ringan dan berat, maupun penghitungan kerugian materil masih berjalan. Seiring itu, aktivitas pembersihan puing-puing rumah warga yang roboh, masih terus berlangsung.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

AKTIVITAS masyarakat khususnya yang terdampak gempa bumi, masih belum normal. Apalagi gempa susulan masih terjadi, kendati tidak berkekuatan tinggi seperti kejadian pertama. Masyarakat terkena dampak gempa, masih mengalami trauma hingga saat ini.
Dari sisi kebutuhan dasar masyarakat, terus dipenuhi Satgas Tanggap Darurat. Bahkan bantuan masih terus mengalir kepada korban di Kecamatan Sambelia, Kecamatan Sembalun, maupun Kecamatan Bayan Lombok Utara. Terutama yang terus datang adalah kebutuhan dasar, dan air bersih.
Aktivitas penanganan trauma healing juga masih berlangsung dari para relawan yang ada. Universitas Hamzanwadi juga menerjunkan tim trauma healing, guna membantu pemulihan utamanya pada anak-anak bawah umur. Sehingga, bisa kembali bersekolah. Bukan itu saja, psikolog dari TNI Angkatan Darat (AD), juga diterjunkan untuk memulihkan psiokologis masyarakat, sehingga tidak takut lagi kembali ke rumahnya masing-masing.
Hingga saat ini jumlah pengungsi yang tinggal di tenda-tenda keluarga atau pun posko, baik kecamatan Sembalun maupun Kecamatan Sambelia, sekitar 26.195 jiwa atau 2.198 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, pengungsi anak-anak sebanyak 2344 orang, dewasa sekitar 3.135 jiwa, lansia sebanyak 1.100 jiwa, 426 balita, 407 ibu hamil, dan pengungsi disabilitas sebanyak 296 orang.
Data kerugian materil sementara di Kecamatan Sambelia sekitar 1.260 unit. Rusak berat sebanyak 775 unit dan rusak ringan sebanyak 407 unit. Sedangkan data sementara di Kecamatan Sembalun, sebanyak 1.403 unit, antara lain rusak berat sebanyak 485 unit dan rusak ringan sebanyak 996 unit. Saat ini, jumlah kerusakan ditimbulkan gempa, masih didata dan diverifikasi.
Rumah yang mengalami kerusakan, masih terus diberihkan oleh personel gabungan dari TNI, Polri dan relawan lainnya. Bahkan, tuan rumah pun ikut membantu membersihkan puing-puing rumah tersebut. Dalam proses pembersihan puing-puing rumah itu, laskar mujahidin dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), ikut andil membantu membersihkan puing-puing rumah warga yang mengalami kerusakan berat atau rusak ringan. “Sebelumnya kami sudah membantu dari segi kebutuhan logistik. Sekarang, kita kerahkan jamaah membantu membersihkan puing-puing reruntuhan rumah. Agar cepat bersih dan bisa dibangun kembali nanti,” kata H Taufan Iswandi, pengurus Laskar Mujahidin MMI Lotim, kemarin. (Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here