Beranda Headline Cawapres Prabowo Belum Final

Cawapres Prabowo Belum Final

BERBAGI
Ketua Umum Prabowo Subianto (Issak Ramadhani/JawaPos.com)

JAKARTA – Koalisi partai yang bersama Prabowo Subianto belum juga menemukan kata sepakat untuk memutuskan siapa cawapres yang akan mendampingi mantan Danjen Kopassus itu. Walaupun sempat ada dua nama dari hasil itjima ulama, namun hingga kini belum ada juga keputusan. Bahkan terbaru dari Partai Gerindra menyodorkan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Pernyataan itu disampaikan Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya Ahmad Riza Patria saat dihubungi kemarin (2/8). Riza menyampaikan, sampai saat ini koalisi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat belum memastikan figur cawapres “Masih dalam posisi mengusulkan,” kata Riza kepada Jawa Pos.
Untuk posisi cawapres, Riza mengungkapkan, ada lima nama yang muncul dalam pembahasan. Lima nama itu merupakan usulan dari masing-masing koalisi, yang terdiri atas tiga figur dari parpol dan dua figur nonparpol.
“PKS mengajukan Pak Salim (Salim Segaf Aljufri, Red), Demokrat Pak AHY (Agus Harimurti Yudhoyono, Red), PAN ada Pak Zul (Zulkifli Hasan, Red), dari luar ada Ustad Abdul Somad dan Pak Anies (Anies Baswedan, Red),” ujar Riza.
Munculnya nama Anies merupakan inisiatif Partai Gerindra karena dinilai sebagai gubernur yang berprestasi.
Menurut Riza, pembahasan koalisi sudah mulai mengerucut pada penyeragaman visi-misi dan platform. Riza menyatakan, dua hal itu merupakan fondasi awal sebelum masuk ke pembahasan yang lebih krusial. “Kami yakin koalisi ini solid.”
Di sisi lain, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PAN Viva Yoga Mauladi menyatakan, figur yang diusung PAN tetap satu nama, yakni Zulkifli Hasan, sebagai cawapres pendamping Prabowo. Aspirasi itu akan ditegaskan kembali dalam rakernas PAN yang berlangsung pada 6-7 Agustus di Jakarta.
“Rakernas akan menerima aspirasi dari DPW dan DPD atau dari provinsi dan kabupaten/kota tentang figur yang akan dicalonkan di Pilpres 2019,” kata Viva kepada Jawa Pos.
Sementara itu, Sekjen PKS Mustafa Kamal menegaskan bahwa partainya menjadikan rekomendasi ijtima’ ulama sebagai pegangan dalam proses pembahasan bersama koalisi. “PKS kawal terus hasil rekomendasi ijtima’ ulama. Aspirasi umat dan ulama akan menjadi pegangan PKS dalam mengusung capres dan cawapres,” ujarnya.
Mustafa bersyukur bahwa hasil rekomendasi ijtima’ ulama beririsan dan sejalan dengan keputusan majelis syura.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan membenarkan bahwa Partai Demokrat telah resmi mengusulkan nama AHY untuk dipertimbangkan sebagai cawapres. Menurut Syarief, seluruh parpol koalisi memang telah mengusulkan nama cawapres mereka masing-masing. “Setelah diusulkan, kami serahkan ke Prabowo,” kata Syarief.
(bay/c10/tom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here