Beranda Headline Berlanjut, Nelayan Tolak Tambatan Perahu

Berlanjut, Nelayan Tolak Tambatan Perahu

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA POLEMIK: Anggota DPD RI NTB, Baiq Diyah Ratu Ganefi saat menerima nelayan Pantai Pondok Perasi di Mataram, kemarin.

MATARAM – Polemik penolakan pembangunan tambatan perahu di Pondok Perasi, Kelurahan Bintaro, Kota Mataram berlanjut. Para nelayan pun mengadukan persoalan ini ke anggota DPD RI, Baiq Diyah Ratu Ganef di Mataram, kemarin.
Kepala lingkungan (Kaling) Pondok Perasi H. Maskan mengatakan, warganya sebagian nelayan menolak lokasi pantai Duduk sebagai tambatan perahu karena gelombang yang tinggi di saat angin barat. Maskan pun meminta agar pemerintah Kota Mataram, Lombok Barat serta provinsi memberikan solusi.
“Pantai Duduk sama dengan Ampenan karena di saat musim angin barat, gelombangnya sangat tinggi jadi kami tidak bisa menambatkan perahu di sana, kami minta tempat yang lain,” pintanya tegas.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram Baiq Sujihartini di lokasi menjelaskan, persoalan tambatan perahu nelayan ini telah berlangsung lama, berbagai pertemuan juga telah dilakukan untuk mencari solusi termasuk pertemuan yang difasilitasi Dispar NTB. Namun tampaknya kesepakatan dalam pertemuan tersebut, kata Suji belum memberikan solusi yang maksimal. Meski demikian, Pemkot Mataram masih terus berupaya untuk mencarikan solusi yang terbaik.
“Ini persoalan lama yang belum tuntas seratus persen, sudah ada pertemuan antara Mataram dan Lobar yang di sepakati bersama, tetapi belum bisa di terima sepenuhnya,” jelas dia.
Sementara dari Dinas Pariwisata Lobar mengatakan, permintaan nelayan agar mendapat tempat tambatan perahu di depan pantai Hotel Santosa sangat tidak mungkin, karena kawasan tersebut masuk dalam kawasan wisata dan pada akhir tahun akan digelar sejumlah agenda pariwisata.
Di tempat yang sama, anggota DPD RI, Baiq Diyah Ratu Ganefi mengatakan, persoalan tambatan perahu nelayan ini memang sudah berlarut-larut. Senator Dapil NTB ini menyatakan persoalan tambatan perahu harus segera diselesaikan terlebih musim angin barat sebentar lagi tiba. Diyah pun mengatakan pihaknya akan segera membuat surat ke BWS untuk menyegerakan pembangunan jetty di Meninting. Sementara untuk jangka pendek dirinya akan melakukan pertemuan dengan walikota dan bupati membahas persoalan tambatan perahu.
“Saya akan bertemu dengan bupati dan walikota membicarakan persoalan ini,” janjinya. (cr-jho/cr-can/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here