Beranda Headline Ali BD: Kembalikan Jamaah Ahmadiyah

Ali BD: Kembalikan Jamaah Ahmadiyah

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA CARI SOLUSI: Bupati, Komnasham dan Forkompinda saat rapat menyelesaikan kasus jamaah Ahmadiyah yang hingga kini masih di penampungan LLK Selong, kemarin.

LOTIM – Bupati Lombok Timur (Lotim), H Moch Ali Bin Dachlan memberi pernyataan tegas soal jamaah Ahmadiyah. Di hadapan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham) RI dalam rapat penyelesaian kasus Ahmadiyah di Lotim, Ali menyatakan sebagai Bupati dan sikap kenegaraannya tidak mau lemah dan menjamin perbedaan untuk melindungi rakyatnya.
Saat cuti kampanye waktu lalu, dia mengklaim sudah memerintahkan jamaah Ahmadiyah segera dikembalikan. Namun faktanya, hingga saat ini mereka masih hidup di penampungan Loka Latihan Kerja (LLK) Selong Lotim.
“Harusnya pihak kepolisian juga hadir dalam rapat penyelesaian kasus Ahmadiyah ini. Agar saya perintahkan bersama Bakesbangpoldagri, segera kembalikan jamaah Ahmadiyah. Tidak boleh menyandera hak-hak orang,” tegas Bupati.
Ali tak ingin berunding dengan orang yang ingin mengusir orang lain. Justru ia mengajak semua pihak terkait dalam masalah ini, bicara atas nama negara. Lepas dari kepentingan politik. “Jangan kita melanggar Pancasila, dengan mengusir orang lain,” tegasnya.
Di hadapan Bupati dan Komnasham RI, Kepala Bakesbangpoldagri Lotim, H Sudirman mengaku, berbagai upaya sudah dilakukan bersama kepolisian, TNI dan pihak terkait lainnya, untuk menyelesaikan permasalahan Ahmadiyah itu. Bahkan kedua belah pihak, baik masyarakat Gereneng Kecamatan Sakra Timur, maupun jamaah Ahmadiyah sudah dipertemukan. Namun kedua pihak tetap bersikukuh dengan keinginan masing-masing. Artinya, secara aturan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012, sudah dilakukan upaya mediasi, penggalangan secara maksimal.
Kaitan dengan pendidikan anak-anak jamaah Ahmadiyah, sudah dikomunikasikan dengan Dikbud dan para orang tua. Bahwa pendidikan anak-anak jamaah Ahmadiyah tetap dilanjutkan pada sekolah yang diinginkan para siswa dan orang tua.
“Sesuai perintah Bupati, kami akan segera mengembalikan para jamaah tersebut ke rumahnya masing-masing,” tandas Sudirman.
Sementara Komisioner Komnas Perempuan RI, Riri Hariroh berharap kasus itu segera diselesaikan Komnasham. Selain itu, penanganan konkrit oleh Pemda Lotim, Pemprov dan pusat juga sangat diharapkan. Salah satunya, Pemda memperhatikan kebutuhan spesifik perempuan di penampungan. Bahkan untuk memberikan efek jera, pihaknya justru mendorong ada upaya penegakan hukum dari pihak kepolisian.
“Harus ada komitmen dan langkah konkrit yang dijalankan oleh Pemda dan Pemprov,” ujarnya.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susi mengatakan, kasus ini menjadi perhatian KPAI karena terdapat 13 anak di penampungan. Keberadaan anak-anak itu, tentu menimbulkan kekhawatiran orang tua, terutama dari segi pendidikan.
“Anak-anak butuh perlindungan khusus. Layanan psiko sosial hingga tidak keluar dari jati diri mereka, harus diberikan,” pungkasnya. (fa’i/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here