Beranda Headline Total Kerusakan 5.143

Total Kerusakan 5.143

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA Muh Rum

MATARAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB membeberkan data hasil update data per 2 Agustus. Dimana, 10.982 kepala keluarga (KK) dengan 47.361 Jiwa terdampak dari gempa yang terjadi Minggu (29/07). Dari Jumlah yang terdampak itu, secara garis besar terdampak di dua daerah yaitu Lombok Timur dan KLU.
Kepala BPBD NTB, Muh Rum menjelaskan untuk infrasrtuktur terdampak yaitu 55 tempat ibadah, 45 sarana pendidikan dan 5 sarana kesehatan.
Gempa tersebut menyebabkan sejumlah daerah lain terdampak namun yang paling parah megalami kerusakan Lombok Timur dan KLU. Untuk Lotim yang meninggal sebanyak 12 orang, sebanyak 353 luka luka. Sementara untuk rumah yang rusak berat sebanyak 2.328, rusak ringan berjumlah 2.296 dan rusak ringan 519 atau total kerusakan sebanyak 5.143. Berikutnya untuk KLU yang meninggal sebanyak 5 orang, 12 orang luka luka, rumag yang rusak sebanyak 41 rusak berat, 255 rusak ringan dan 74 rusak sedang atau total kerusakan 370. Kemudian di Lombok Barat terdampat dua rumah rusak berat dan dua rusak ringan. Untuk Kota Mataram hanya satu orang yang terkena luka luka.
“Di Kabupaten Sumbawa Barat hanya satu rumah rusak sedang,” kata dia, kemarin.
Terhadapa korban gempa tersebut BPBD Kabupaten KLU dan Lotim bersama BPBD NTB terus melakukan sejumlah penanganan seperti pendirian pusat bantuan posko bencana, pendirian dapur umum, tenda pengungsi, RS lapangan, bantuan logistik dan pendataan dampak bencana.
BPBD telah merumuskan enam penanganan hasil rapat tim posko dalam penanganan bencan gempa di Lombok Timur dan KLU yaitu, verifikasi rumah, dapur umum, logistik, air bersih dan sanitasi, lokasi pengungsian, kesehatan dan pendidikan. Pertama Verfikasi rumah korban dalam hal ini menjadi tanggungjawab Dinas PU Kabupaten Lombok Timur.
Rum menyampaikan jumlah rumah yang sudah diverifikasi sebanyak 663 yaitu 96 unit terdata ditanggal 31 juli dan 567 unit ditanggal 1 Agustus di dua kecamamatan Sambelia dan Sembalun. Sebagamana diketahui untuk menerima bantuan perbaikan rumah diharuskan membuat rekening, namun dari jumlah yang didata tersebut sebanyak 40 unit sudah memiliki rekening. Rum menyampaikan permasalahan dimana tidak ada signal di lokasi sehingga 567 unit yang terdata pada tanggal 1 Agustus tidak dapat ter upload ke system.

“Untuk tindaklanjut yang belum dibuat rekening dipastikan segera ada,” kata Rum.

Berikutnya untuk dapur umum menjadi tugas dan tanggungjawab Dinas Sosial kabupaten Lombok Timur. Rum menyampaikan untuk dapur umum sebanyak 4 titik lokasi penempatannya yaitu 2 di Desa Madayin dan Obel-Obel untuk melayani kebutuhan para pengungsi.
ketersedian beras dan bahan cukup untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi selama masa tanggap darurat. Namun yang menjadi kendala hingga saat ini adanya keterbatasan data jumlah pengungsi di setiap titik-titik pengungsian.

Untuk logistik, lanjutnya telah tersedia selimut sebanyak 30 bal (isi 50 biji) atau 150 biji dari 6.000 biji dari BNPB yang akan di drop ke Lotim. Saat ini sudah berada di kantor BPBD Kabupaten Lotim. Berikutnya untuk tenda masih cukup tersedia namun belum terdistribusikan
jenis tenda yang dibutuhkan tenda keluarga, tenda ibadah, tenda sekolah
sebanyak 30 tenda dari Satker PU, tujuh sudah terpasang dan 23 unit menunggu arahan lokasi.

“Pertamina memberikan bantuan BBM operasional, dan gas 50 kg untuk dapat dipergunakan di dapur umum,” ungkapnya.

Untuk Air bersih menjadi tanggungjawab Satker PU dimana saat ini telah tersedia Mobil Tangki Air (MTA) sebanyak 7 unit terdiri dari 4 unit yang stand by di posko Sembalun, 2 unit dari Lotim dan satu unit dari Loteng. 2 unit MCK Portabel, 2 unit hydran umum (HU) isi 2 kubik, dan 3 tenda hunian terpasang di Obel-obel, Sajang, dan Belok Petung, sebanyak 10 MCK Portabel belum terpasang menunggu petunjuk.

Selanjutnya untuk lokasi pengungsian pihaknya masih menemukan kendala yaitu beberpa titik pengungsian masih kekurangan tenda dan selimut. Namun tindaklanjut dari kkeurangan itu akan segera didistribuisikan. Terkaiat dengan lokasi pengungsiusna yaitu tiga titik di Bon Jeruk dengan isi 234 Jiwa, tiga titik di Otorita dengan isi 307 jiwa, lima titik di Kokok Nangke diisi 525 Jiwa dan delapan titik di embung Gamang.

Berikutnya untuk kesehatan disampaikan Rum satu orang gila dimana saat ini telah dirujuk ke RSJ, beberapa pasien lainnya yang dirujuk ke RS Selong sudah sembuh, namun pihaknya masih kebingungan kemana pasien dikembalikan sebab rumah mereka runtuh totol. Untuk mengatasi healing trauma anak beberapa tenaga psikologi anak berdatangana menghibur.

Terkhir penanganan pendidikan dimana anak yang sekolah SD sampai SLTA diharuskan masuk, namun mereka akan didisiapkan tenda sekolah dikarenakan sebagaian bangunan sekolah rusak sehingga tidak dapat digunakan. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here