Beranda Headline Siswa Belajar di Bawah Tenda

Siswa Belajar di Bawah Tenda

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA MULAI SEKOLAH : Tampak para siswa-siswi SMPN 1 Sembalun sudah mulai sekolah, kemarin.

LOTIM – Sebanyak 10 sekolah tingkat SD maupun SMP rusak akibat gempa berkekuatan 6,4 SR. Kemarin, para siswa di Kecamatan Sembalun maupun Sambelia, utamanya yang terkena dampak gempa mulai masuk sekolah. Namun siswa atau pelajar tidak bisa langsung mengikuti Proses Belajar Mengajar (PBM) secara normal. Untuk sementara, para siswa tidak belajar di dalam gedung melainkan menggunakan tenda yang sudah disiapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim.
“Kampanye kembali ke sekolah sudah kita mulaikan. Siswa hari ini (kemarin, red) sudah mulai masuk sekolah. Apapun kondisinya,” kata Kadis Dikbud Lotim H Lalu Suandi.
“Sambil kita data kebutuhan ril anak-anak apa saja, supaya bisa kita siapkan,” sambungnya.
Suandi menjelaskan, beberapa titik sekolah menjadi lokasi pemasangan tenda sebagai tempat belajar. Terdapat dua tenda di
SDN 3 Obel Obel, SDN 5 Belanting, Kecamatan Sambelia, SDN 1 Sembalun Bumbung, SDN 3 Bilok Petung Kecamatan Sembalun, dan beberapa sekolah lainnya.
Khusus di SDN 1 Obel Obel, tenda tempat penampungan pengungsi sudah disepakati bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak terkait lainnya, untuk direlokasi. Para pengungsi akan diberikan tenda keluarga. Sedangkan tenda yang ada di SDN 1 Obel Obel digunakan sebagai tenda lokasi belajar siswa.
SMPN 3 dan SMPN 2 Sambelia yang mengalami kerusakan tiga ruang, juga tetap akan dibuatkan tenda. Dikbud akan mengupayakan tenda bisa cukup, sehingga tidak ada yang masuk sore. Sebab di wilayah-wilayah itu sulit bisa masuk sore hari.
“Kami masih koordinasi dengan Kemendikbud, untuk mendatangkan tenda dari provinsi lain seperti Bali, Yogyakarta dan Kalimantan. Hari ini (kemarin, Red) datang empat tenda. Rencananya dipasang di SDN 5 Belanting dan SDN 3 Bilok Petung,” jelasnya.
Kehadiran siswa di sekolah hari pertama lanjut Suandi, diberikan trauma healing. Para guru juga sudah mulai masuk sekolah, ikut membantu melakukan trauma healing. Termasuk enam orang psikolog dari TNI AD, juga datang membantu. Tidak saja pemulihan pada siswa, tapi juga pemulihan terhadap para orang tua. Selain siswa yang mengalami trauma, tapi juga dari kalangan dewasa sampai orang tua.
“Kami juga membuat posko khusus untuk pendidikan. Posko ini untuk penananan pemulihan proses PBM. Lokasi posko di posko induk dua Desa Obel Obel. Posko khusus pendidikan Kemendikbud juga menangani wilayah Bayan KLU, karena jumlahnya di Bayan sedikit,” terangnya.
“Posko pendidikan ini kita buat, agar yang konsen pendidikan bisa berkoordinasi,” tambah Suandi.
Kemarin, Dikbud juga mulai lebih fokus pada penanganan sekolah rusak. Artinya, dilakukan identifikasi kerusakan hingga persentase kerusakan. Karena dari Kementerian Pendidikan akan membantu fisiknya. Setelah selesai tanggap darurat, pembangunannya akan disiapkan.
“Kita ingin bergerak cepat dengan langsung mengirim laporan. Supaya kita bisa cepat kapling kebijakan pusat,” pungkasnya. (fa’i/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here