Beranda Headline NTB Dihantui Kekeringan Panjang

NTB Dihantui Kekeringan Panjang

BERBAGI
ILUSTRASI

MATARAM – Warga NTB patut waspada sejak sekarang, sebab daerah ini dihantui kekeringan panjang pasca gempa bumi, Minggu lalu.
Kepala BMKG Satsiun Mataram, Agus Roiyanto menyampaikan berdasarkan data BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, dari Monitoring HTH, di Pulau Lombok dan Sumbawa umumnya didominasi kategori panjang hingga kekeringan. Namun ada beberapa wilayah yang mengalami HTH dalam kategori sangat pendek di wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu, dan Sumbawa serta terdapat hujan pada tanggal update-ing data yaitu, di pos hujan Dompu.
Sementara untuk HTH yang masuk dalam kategori kekeringan ekstrim juga meliputi sebagian wilayah seperti Kabupaten Lombok Tengah, Praya Tengah (120 hari) dan Mujur (107 hari). Di Kabupaten Lombok Timur seperti daerah Jerowaru (128 hari), Pringgabaya (114 hari) dan Labuhan Pandan (100 hari).
Untuk di Pulau Sumbawa terdapat di Kabupaten Sumbawa yaitu Sebewe Moyo Utara, Moyohilir (masing-masing 111 hari), Lape (104 hari) dan Stamet Sumbawa (100 hari). Kabupaten Dompu di Pajo (118 hari) dan Kilo (103 hari), Kabupaten Bima di Madapangga (120 hari) dan Woha (109 hari) dan Kota Bima seperti Asakota Jatiwangi (102 hari).

Sementara terkait kondisi dinamika atmosfer, menurut Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Afriyas Ulfah, kondisi Suhu Muka Laut di perairan NTB menunjukan kondisi netral cenderung dingin, ENSO dalam kondisi netral, tetapi ada potensi El Nino lemah pada akhir tahun 2018.
“Analisis angin menunjukkan angin Timuran masih mendominasi wilayah NTB. Kondisi tersebut mengakibatkan mengurangi peluang terbentuknya awan – awan konvektif hujan di sebagian besar wilayah NTB. Pergerakan Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini tidak aktif,” ujar Agus. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here